INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan dukungan terhadap Elon Musk, dan berbagai perusahaannya di Amerika.
Dalam pernyataan terbaru yang disampaikan melalui media sosial pada Kamis (24/7/2025) kemarin, Trump membantah rumor yang menyebutkan, akan mencabut subsidi pemerintah terhadap Tesla dan bisnis lain milik Musk.
"Banyak yang mengatakan saya akan menghancurkan perusahaan Elon dengan mencabut subsidi besar dari pemerintah AS. Itu tidak benar," tulis Trump.
"Saya justru ingin Elon, dan semua bisnis di negara ini, terus BERKEMBANG," tambahnya.
Pernyataan ini memperlihatkan, Trump dukung Elon Musk untuk terus menjalankan usahanya di Amerika tanpa hambatan dari kebijakan pemerintah.
Komentar Trump muncul sehari setelah Musk memperingatkan para investor Tesla, mengenai kemungkinan dampak buruk dari rencana penghapusan subsidi kendaraan listrik.
Baca juga: Partai "America Party" Bentukan Elon Musk Kritik Polarisasi Demokrat-Republik
Berdasarkan undang-undang pajak dan anggaran yang sudah diteken Trump, insentif pajak sebesar $7.500 untuk mobil listrik baru, dan $4.000 untuk mobil bekas akan dihentikan mulai 30 September 2025.
Meski Musk selama ini sering mengkritik ketergantungan terhadap subsidi, kenyataannya Tesla telah menerima dukungan miliaran dolar dari pemerintah AS, sebagai bagian dari program energi bersih dan transportasi ramah lingkungan.
Tak bisa dimungkiri, perusahaan Elon Musk di Amerika, seperti Tesla dan SpaceX, telah memainkan peran besar dalam mendorong inovasi teknologi dan industri energi terbarukan.
Hubungan pribadi antara Trump dan Musk sempat memburuk pada awal Juni 2025. Saat itu, Musk mengecam rencana belanja dan pajak pemerintah yang dinilainya sembrono.
Ketegangan ini terjadi tidak lama setelah Musk mengundurkan diri dari posisi resminya di pemerintahan Trump, untuk kembali fokus pada bisnisnya.
Padahal sebelumnya, Musk termasuk pendukung utama kampanye pemilihan ulang Trump dan bahkan mengucurkan dana lebih dari $250 juta.
Pada Juli, Musk juga mengumumkan pendirian partai politik baru sebagai langkah untuk memperluas pengaruhnya di dunia politik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters