Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 07:50 WIB

Trump Kirim Utusan ke Rusia, AS Ancam Sanksi Baru Jika Perang Ukraina Tak Berakhir

Trump Kirim Utusan ke Rusia, AS Ancam Sanksi Baru Jika Perang Ukraina Tak BerakhirUtusan khusus Gedung Putih, Steve Witkoff, tiba di alun-alun Hostages Square di Tel Aviv pada 2 Agustus 2025, untuk bertemu dengan keluarga para sandera yang ditahan di Jalur Gaza. (New York Post)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi, akan mengirim utusan khusus ke Rusia, yakni Steve Witkoff, untuk melakukan kunjungan diplomatik penting pada pekan ini.

Langkah ini diambil menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Moskow, untuk menunjukkan langkah konkret mengakhiri invasi ke Ukraina, atau menghadapi ancaman sanksi baru dari AS.

Dalam konferensi pers Minggu (3/8/2025), Trump menyampaikan, dua kapal selam nuklir telah dikerahkan ke wilayah sekitar Rusia, menyusul perselisihan online dengan mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. 

Baca juga: Amerika Serikat dan Rusia Memanas, Donald Trump Bilang Kirim Kapal Selam Nuklir ke “Wilayah Tepat”

Meski tidak merinci lokasi atau jenis kapal selam tersebut, pernyataan ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan AS-Rusia.

Saya kira Witkoff akan pergi hari Rabu atau Kamis,” kata Trump kepada para wartawan, sambil menegaskan utusannya akan membawa pesan jelas ke Kremlin.

Hubungan Amerika Serikat dan Rusia terkini tengah berada di titik kritis. Upaya diplomasi Trump dengan Kremlin sempat menunjukkan sinyal positif pada awal masa jabatan keduanya.

Steve Witkoff bahkan sudah beberapa kali bertemu dengan Presiden Vladimir Putin di Moskow. 

Baca juga: Donald Trump Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Dekat Rusia Usai Pernyataan Kontroversial Dmitry Medvedev

Namun, harapan untuk memperbaiki hubungan kedua negara mulai pudar, seiring meningkatnya konflik di Ukraina.

Saat ditanya apa isi pesan Witkoff kepada Rusia, dan apakah ada peluang untuk menghindari sanksi, Trump menjawab lugas.

Ya, buat kesepakatan agar orang-orang berhenti terbunuh,” ucap Trump.

Trump sebelumnya telah memperingatkan, jika Moskow tidak bergerak menuju perdamaian, maka akan diberlakukan sanksi sekunder terhadap negara-negara mitra dagang Rusia seperti Tiongkok dan India.

Hal ini berpotensi memperdalam isolasi ekonomi Rusia, namun juga membuka risiko gangguan besar terhadap stabilitas perdagangan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Trump Kirim Utusan ke Rusia, AS Ancam Sanksi Baru Jika Perang Ukraina Tak Berakhir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!