Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berpidato. (REUTERS/Kevin Lamarque)
INDOZONE.ID - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Rusia kembali memanas. Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengaku mengirim kapal selam nuklir ke “wilayah tepat”.
Pengiriman kapal selam nuklir ini berawal dari perang kata-kata antara Trump dengan Wakil Ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia, Dmitry Medvedev, yang juga mantan presiden Rusia, di media sosial.
Medvedev mengingatkan Trump, bahwa Moskow memiliki kekuatan nuklir seperti Uni Soviet sebagai pilihan terakhir. Peringatan Medvedev itu terkait tekanan dari Trump soal perang antara Rusia dengan Ukraina yang sudah berlangsung sejak 2022.
Kata-kata Medvedev membuat Trump mengambil langkah, yang menurutnya untuk melindungi warga AS, yaitu pengiriman dua kapal selam nuklir ke “wilayah tepat”.
Baca juga: Masuki Hari ke 1.251, Donald Trump Berikan Tenggat 10 Hari untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Trump menyatakan, pengiriman kapal selam nuklir itu pada Jumat 1 Agustus 2025 waktu setempat via media sosial.
"Saya telah memerintahkan penempatan dua kapal selam nuklir di wilayah yang tepat, untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif ini lebih dari sekadar itu," tulis Trump, dikutip dari Reuters, Sabtu (2/8/2025).
“Kata-kata sangat penting, dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, saya harap ini tidak akan menjadi salah satu contohnya," tambahnya.
Trump kembali menyebut ancaman telah dibuat oleh Medvedev kala meninggalkan Gedung Putih untuk liburan akhir pekan di Klub Golf Bedminster miliknya, New Jersey.
Baca juga: Donald Trump Serukan Gencatan Senjata, Baku Tembak Masih Terjadi di Perbatasan Thailand-Kamboja
“Sebuah ancaman telah dibuat oleh mantan presiden Rusia (Medvedev), dan kami akan melindungi rakyat kami,” jelasnya.
Sementara itu, belum diketahui apakah kapal selam yang dimaksud Trump, ditenagai nuklir atau dipersenjatai nuklir.
Patut ditunggu, perkembangan lebih lanjut dari tindakan Trump serta konflik antara AS dan Rusia yang mulai memanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, Reuters