Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 09:00 WIB

PM Selandia Baru: Netanyahu Sudah Kehilangan Arah Terkait Konflik Gaza

PM Selandia Baru: Netanyahu Sudah Kehilangan Arah Terkait Konflik GazaPerdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, menghadiri konferensi pers di Gedung Parlemen Australia, Canberra, Australia, pada 16 Agustus 2024. (REUTERS/Tracey Nearmy)

INDOZONE.ID - Pernyataan PM Selandia Baru, Christopher Luxon, soal Gaza memicu perhatian internasional. Hal itu terjadi setelah secara terbuka Luxon mengkritik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. 

Dalam komentarnya pada Rabu (13/8/2025), Luxon mengatakan, Netanyahu telah kehilangan arah dalam konflik Gaza, terutama terkait tindakan Israel yang dianggap melampaui batas kemanusiaan.

Luxon menyoroti minimnya bantuan kemanusiaan, pengusiran paksa warga sipil, serta upaya aneksasi Gaza.

Menurut saya, dia sudah kehilangan arah. Apa yang kita saksikan tadi malam pada serangan terhadap Kota Gaza benar-benar tidak dapat diterima,” ujarnya. 

Baca juga: PM Australia Tegur Netanyahu atas Krisis Kemanusiaan di Gaza

Chris Luxon kritik Netanyahu ini menjadi salah satu pernyataan paling tegas dari seorang pemimpin Selandia Baru, dalam isu Timur Tengah.

Luxon mengungkapkan, pemerintahnya sedang mempertimbangkan untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat. 

Baca juga: Rencana Israel Kendalikan Gaza City Dikecam PBB, Dinilai Berisiko Picu Bencana Baru

Sikap Selandia Baru terhadap Israel ini, sejalan dengan langkah Australia, Kanada, Inggris, dan Prancis yang berencana mengumumkan pengakuan tersebut pada konferensi PBB di September 2025.

Krisis kemanusiaan di Gaza disebut telah mencapai “tingkat yang tak terbayangkan”. Negara-negara Barat mendesak Israel agar membuka akses penuh bagi bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. 

Sementara itu, Israel membantah menjadi penyebab kelaparan di Gaza, dan menuding Hamas mencuri bantuan yang menjadi tuduhan yang dibantah Hamas.

Pernyataan Luxon ini menambah daftar reaksi dunia terhadap Netanyahu yang kian keras dalam beberapa bulan terakhir. Banyak negara Eropa dan sekutu tradisional Israel mulai mengkritik kebijakan yang dinilai memperburuk penderitaan warga Palestina.

Di dalam negeri, perdebatan soal Gaza juga memanas. Menjelang sidang parlemen, sekelompok kecil demonstran memukul panci dan wajan sambil meneriakkan, “Wakil rakyat, tunjukkan keberanian, akui Palestina.

Anggota parlemen Partai Hijau, Chloe Swarbrick, dikeluarkan dari ruang sidang selama dua hari berturut-turut, karena menolak meminta maaf atas komentarnya yang menyebut politisi pemerintah 'tidak berani' mendukung sanksi terhadap Israel. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Washington Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PM Selandia Baru: Netanyahu Sudah Kehilangan Arah Terkait Konflik Gaza

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!