Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 AGUSTUS 2025 • 13:37 WIB

Aksi Solidaritas untuk Gaza, Puluhan Ribu Warga Sydney Lakukan 'Long March' Lintasi Jembatan Harbour

Aksi Solidaritas untuk Gaza, Puluhan Ribu Warga Sydney Lakukan Long March Lintasi Jembatan HarbourPara pengunjuk rasa pro-Palestina melintasi Jembatan Harbour di tengah cuaca Sydney yang basah dan dingin. (Sumber: Australian Associated Press/ Flavio Brancaleone)

INDOZONE.ID - Pada hari Minggu (04/08/2025) waktu setempat, setidaknya 100.000 warga dari berbagai usia memadati Jembatan Harbour Sydney untuk melakukan aksi demo pro-Palestina. Penyelenggara melaporkan bahwa, meskipun aksi digelar di tengah guyuran hujan deras, seluruh rangkaian demonstrasi tersebut berlangsung tertib hingga selesai.

Long march (aksi jalan kaki) yang dilakukan para pendukung Palestina ini dimulai dari pusat kota CBD (Central Business District) menuju North Sydney. Barisan demonstran sepanjang 1,2 km yang membentang melintasi Jembatan Harbour ini bertujuan untuk menyerukan penghentian perang di Gaza. Seruan ini mencuat di tengah situasi krisis kemanusiaan yang memburuk, di mana kelaparan dan malnutrisi dirasakan warga Gaza akibat blokade dan pembatasan distribusi bantuan kemanusiaan oleh Israel.

Sebagai respons terhadap kekhawatiran akan kepadatan massa, pada pukul 15.00 waktu setempat, kepolisian sempat menginstruksikan demonstran untuk berbalik arah kembali ke CBD. Hal ini sempat membuat massa kebingungan dan frustrasi karena mereka bergerak ke dua arah secara bersamaan. Namun, polisi menilai keputusan tersebut berhasil mencegah potensi insiden dan memastikan keselamatan peserta. Asisten Komisaris Johnson juga menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak anti terhadap aksi unjuk rasa. Ia menjelaskan bahwa fokus utama kepolisian adalah keselamatan publik.

Baca juga: 21 Anak Meninggal Akibat Kelaparan, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

Walaupun sempat terjadi kebingungan, penyelenggara melaporkan bahwa aksi pada akhirnya berjalan mulus dan damai. Hal ini membantah kekhawatiran akan potensi kekacauan yang sebelumnya disuarakan pemerintah negara bagian. Lees juga mengakui bahwa jumlah peserta yang datang ternyata jauh lebih banyak dari yang diprediksi. Hal ini mengakibatkan peserta harus melakukan perubahan rute agar aksi dapat berjalan sesuai rencana.

“Aksi ini begitu besar sehingga, ya, kami harus mengatur bagaimana peserta keluar di akhir acara, namun semuanya dilakukan dengan cara yang sangat aman dan menyenangkan,” ujar Lees.

“Semua orang meninggalkan lokasi dengan tenang, merasa bangga atas apa yang mereka lakukan hari ini, dan semakin bersemangat untuk terus memperjuangkan Palestina. Itulah makna dari apa yang terjadi hari ini,” tambahnya.

Terlepas dari hujan deras yang mengguyur, semangat para peserta aksi tetap membara. Dengan menggunakan rompi hi-vis berwarna terang, para demonstran bersorak, bersiul, dan meneriakkan “Free, free Palestine” serta “Lakukan gencatan senjata!” secara serentak.

Di barisan paling depan, beberapa tokoh publik Australia, seperti Julian Assange, memegang spanduk besar bertuliskan “March for Humanity Save Gaza.” Lima anggota parlemen Partai Buruh NSW juga terlihat berdiri bersama Assange memegangi spanduk. Dua menteri dari kabinet Minns, Penny Sharpe dan Jihan Dib, juga hadir di antara barisan. Mantan anggota parlemen federal dari Partai Buruh, Ed Husic, turut berada di tengah kerumunan.

Baca juga: Deretan Selebriti Dunia yang Akhirnya Buka Suara Soal Isu Kelaparan di Gaza, Palestina

“Massa turun ke jalan, saya rasa karena mereka tidak lagi bisa menoleransi perlakuan terhadap anak-anak kecil yang kita saksikan selama ini,” ujar Husic kepada media.

Abib, salah satu peserta yang melakukan aksi bersama putrinya, juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, “kemanusiaan”-lah yang mendorong para peserta turun ke jalan, meskipun cuaca buruk.

Kelompok Palestine Action Group menyatakan bahwa mereka telah melakukan aksi sejak dua tahun lalu, setiap hari Senin sejak 7 Oktober 2023. Namun, aksi kali ini merupakan yang pertama mereka lakukan di landmark ikonik Sydney, dengan jumlah peserta yang di luar prediksi dan hampir membanjiri kota. Mereka juga menyatakan bahwa kelompoknya sedang mempersiapkan Hari Aksi Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus mendatang.

Aksi solidaritas ini mencerminkan meningkatnya tekanan dari masyarakat sipil terhadap pemerintah dan komunitas internasional untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Dengan agenda Hari Aksi Nasional yang digagas beberapa kelompok aksi sosial dalam waktu dekat, gelombang dukungan terhadap Palestina diperkirakan akan terus meluas di berbagai kota di Australia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian, Aljazeera, Abc.net.au

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Aksi Solidaritas untuk Gaza, Puluhan Ribu Warga Sydney Lakukan 'Long March' Lintasi Jembatan Harbour

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!