Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 23 JULI 2025 • 11:10 WIB

21 Anak Meninggal Akibat Kelaparan, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

21 Anak Meninggal Akibat Kelaparan, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin ParahWarga Palestina membawa bantuan yang masuk ke Gaza melalui Israel, di tengah krisis kelaparan, di Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara, 20 Juli 2025. (Reuters/Dawoud Abu Alkas)

INDOZONE.ID - Situasi di Gaza semakin menyedihkan. Dalam tiga hari terakhir, 21 anak meninggal karena kelaparan di Gaza, mencerminkan betapa daruratnya krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. 

Kepala Rumah Sakit Al-Shifa, Dr Mohammed Abu Salmiya, menyampaikan, para korban tersebar di berbagai wilayah, dan sebagian besar mengalami malnutrisi akut akibat minimnya akses terhadap makanan dan layanan kesehatan.

Kami menerima kasus baru setiap saat. Jika tidak ada perubahan, jumlah korban bisa meningkat drastis,” ujarnya. Ia menyebut, rumah sakit yang masih beroperasi kini kewalahan menangani pasien, terutama anak-anak.

Baca juga: 67 Warga Gaza Tewas Ditembak Saat Cari Bantuan, Kelaparan Semakin Parah

Krisis kemanusiaan di Gaza memburuk sejak blokade total diberlakukan kembali oleh Israel, usai runtuhnya gencatan senjata pada Maret lalu.

Bantuan kemanusiaan memang sempat masuk secara terbatas pada Mei, namun stok yang terkumpul selama jeda itu kini hampir habis.

Menurut data PBB, lebih dari 800 warga Palestina tewas saat berusaha memperoleh bantuan makanan, banyak di antaranya adalah anak-anak. 

Baca juga: Israel Serang Gereja di Gaza, Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata

Sejak konflik dimulai, jumlah korban tewas anak di Gaza terus bertambah, dengan sebagian besar meninggal akibat kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Salah satu kisah paling memilukan datang dari Gaza City, di mana seorang bayi berusia enam minggu bernama Yousef meninggal akibat kelaparan. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi sangat kurus, kulitnya menempel di tulang. 

Pamannya mengatakan, susu formula tidak tersedia di mana pun. Jika ada, harganya bisa mencapai US $100 per kaleng. Selain Yousef, tiga anak lainnya, termasuk remaja berusia 13 tahun di Khan Younis, juga meninggal karena malnutrisi akut anak-anak di Gaza.

Data medis menyebutkan, lebih dari 100 orang telah meninggal karena kelaparan selama konflik, dengan 80 di antaranya adalah anak-anak, terutama dalam beberapa pekan terakhir.

Militer Israel mengklaim, sekitar 950 truk bantuan kini menunggu untuk diambil dan didistribusikan oleh organisasi internasional di Gaza. Namun, sistem distribusi ini menuai kritik karena dianggap menyingkirkan peran PBB dan tidak netral secara kemanusiaan. 

PBB menyatakan, lebih dari 1.000 warga Palestina tewas di dekat titik distribusi yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebagian besar akibat tembakan dari pasukan Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

21 Anak Meninggal Akibat Kelaparan, Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Parah

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!