Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 10 JULI 2025 • 20:25 WIB

Iran Siap Lepas Kerja Sama Nuklir jika Standar Ganda PBB Berlanjut

Iran Siap Lepas Kerja Sama Nuklir jika Standar Ganda PBB BerlanjutPresiden Iran, Masoud Pezeshkian, berbicara dalam sebuah pertemuan di Ilam, Iran, pada 12 Juni 2025. (Handout via REUTERS/Situs Kepresidenan Iran/WANA)

INDOZONE.ID - Iran kembali mengirimkan sinyal tegas ke dunia internasional. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa negaranya siap lepas kerja sama dengan nuklir PBB jika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terus bersikap tidak adil. Sikap ini menandai babak baru dalam ketegangan nuklir Iran dan Barat.

Dalam pernyataan resminya yang disiarkan media pemerintah pada Kamis, 10 Juli 2025, Pezeshkian mengatakan bahwa Iran tidak akan melanjutkan kerja sama dengan IAEA jika badan tersebut tetap menunjukkan standar ganda dalam menyikapi program nuklir Iran.

Langkah ini diambil tak lama setelah Presiden Pezeshkian mengesahkan undang-undang yang menangguhkan seluruh kerja sama dengan IAEA. Tak lama kemudian, seluruh inspektur IAEA yang tersisa pun ditarik keluar dari fasilitas nuklir Iran.

Baca juga: Trump dan Netanyahu Rayakan Kemenangan Bersejarah Melawan Iran!

Hubungan antara Iran dan IAEA kian memanas setelah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu. 

Kedua negara itu beralasan, serangan tersebut bertujuan mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, Pezeshkian menegaskan bahwa kelanjutan kerja sama Iran dengan IAEA sepenuhnya bergantung pada sikap IAEA dalam menyikapi kasus ini.

Baca juga: Iran Tegaskan Tidak Akan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir dengan AS, Ini Alasannya

Iran ancam tangguhkan kerja sama dengan IAEA jika badan tersebut tidak menghentikan standar ganda dalam menangani program nuklir Iran,” ujar Pezeshkian dengan tegas.

Ia juga memperingatkan, setiap serangan lanjutan terhadap Iran akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras dan berujung penyesalan bagi pihak lawan.

Iran menuduh IAEA bersikap pasif terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel, bahkan dianggap membuka jalan bagi serangan tersebut dengan mengeluarkan resolusi yang menyebut Iran melanggar aturan non-proliferasi nuklir.

Serangan tersebut memicu konflik bersenjata selama 12 hari. Dalam konflik itu, Iran membalas dengan meluncurkan drone dan rudal ke Israel, menambah daftar panjang ketegangan nuklir Iran dan Barat.

Sejak saat itu, IAEA belum bisa lagi mengirimkan inspektur untuk memantau fasilitas nuklir Iran. Namun, Direktur Jenderal IAEA, Rafael Grossi, menyatakan bahwa pihaknya tetap menjadikan pemulihan akses ke fasilitas Iran sebagai prioritas utama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: New York Daily News

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Iran Siap Lepas Kerja Sama Nuklir jika Standar Ganda PBB Berlanjut

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!