Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 28 JUNI 2025 • 11:26 WIB

Iran Tegaskan Tidak Akan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir dengan AS, Ini Alasannya

Iran Tegaskan Tidak Akan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir dengan AS, Ini AlasannyaMenteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, berbicara dalam konferensi pers di Pusat Kongres Lutfi Kırdar, di sela-sela sesi ke-51 Dewan Menteri Luar Negeri Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul pada 22 Juni 2025. (New York Post)

INDOZONE.ID - Pemerintah Iran secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak akan melanjutkan pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat, meski konflik militer terbaru dengan Israel telah berakhir. 

Selain itu, Iran juga menilai bahwa serangan militer AS tidak memberikan dampak besar terhadap fasilitas nuklir mereka, meskipun Washington mengklaim sebaliknya.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menolak keras segala spekulasi terkait dimulainya kembali negosiasi dengan Amerika. 

Baca juga: Ayatollah Khamenei Klaim Kemenangan Iran atas Israel Usai Gencatan Senjata

Dalam wawancara di televisi pemerintah, ia menegaskan bahwa Iran belum membuat rencana apa pun untuk memulai kembali perundingan nuklir.

Saya ingin menyampaikan dengan jelas bahwa tidak ada kesepakatan, pengaturan, ataupun pembicaraan mengenai dimulainya negosiasi baru," ujar Araghchi, menandaskan penolakan Iran terhadap negosiasi nuklir dengan AS. 

Ia menyebut kabar tersebut hanyalah spekulasi yang tidak layak dipercaya.

Baca juga: Capai Gencatan Senjata, Israel Kehabisan Amunisi Setelah 12 Hari Perang Lawan Iran

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa Washington siap berbicara dengan Teheran dalam waktu dekat, dan bahkan menyebut peluang untuk tercapainya kesepakatan damai yang menyeluruh. Namun demikian, pernyataan itu segera dibantah oleh Iran.

Di sisi lain, status pembicaraan nuklir Iran dan AS terbaru semakin tidak menentu setelah parlemen Iran mengesahkan undang-undang yang menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan global.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga turut buka suara dalam pidato publik pertamanya sejak gencatan senjata diberlakukan. 

Ia menyebut bahwa serangan yang dilakukan AS terhadap fasilitas nuklir Iran tidak efektif dan hanya dibesar-besarkan oleh Presiden Trump untuk kepentingan politik dalam negeri.

"Presiden Amerika sangat melebih-lebihkan situasi. Serangan itu tidak menyebabkan dampak berarti terhadap infrastruktur nuklir kami," ucap Khamenei. Ia bahkan menyebut bahwa Republik Islam Iran berhasil memberikan balasan yang setimpal kepada Amerika Serikat.

Meskipun Araghchi mengakui adanya kerusakan dan menyebutnya “serius”, ia mengatakan bahwa evaluasi teknis masih berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa Iran tetap tidak akan membuka kembali pintu perundingan dengan AS dalam waktu dekat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: New York Post

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Iran Tegaskan Tidak Akan Lanjutkan Pembicaraan Nuklir dengan AS, Ini Alasannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!