Ilustrasi konflik Iran dan Israel. (REUTERS/Dado Ruvic)
INDOZONE.ID - Ketegangan antara Iran dan Israel yang memuncak pada bulan Juni tidak hanya menciptakan gelombang konflik di medan perang, tetapi juga berdampak besar pada situasi dalam negeri Iran.
Pemerintah Iran melakukan pengetatan pengawasan secara drastis, termasuk penangkapan massal, penyitaan perangkat pengintai, dan eksekusi terhadap tersangka mata-mata.
Selama 12 hari terakhir pertikaian militer dengan Israel, pihak berwenang Iran menangkap lebih dari 700 individu dengan tuduhan berkolaborasi dengan intelijen asing, khususnya Mossad, dinas rahasia Israel.
Penangkapan ini dianggap sebagai respons langsung terhadap kegiatan spionase yang dianggap mengancam keamanan nasional.
Tidak berhenti di situ, dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gencatan senjata diumumkan, Iran mengeksekusi tiga orang yang diduga menjadi agen Mossad. Langkah ini menyusul eksekusi seorang terdakwa lain dua hari sebelumnya.
Baca juga: 4 Fakta Pesta Sesama Jenis di Puncak Bogor: 75 Diamankan, 30 di Antaranya Reaktif HIV
Eksekusi ini memperlihatkan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada musuh eksternal, melainkan juga sedang melawan ancaman dari dalam negeri.
Pemerintah Iran juga memperketat pengawasan digital. Ribuan drone disita di Teheran, dan beberapa fasilitas rahasia yang digunakan untuk merakit drone tersebut juga dibongkar.
Kantor berita Noor menyebutkan bahwa sekitar 10.000 drone ditemukan di berbagai lokasi di ibu kota. Beberapa di antaranya diduga digunakan untuk misi pengawasan dan diyakini memiliki hubungan dengan aktor asing.
Selain tindakan teknis terhadap alat pengintai, pemerintah juga menyasar ranah digital. Warga negara menerima pesan teks resmi dari otoritas peradilan yang memperingatkan mereka untuk tidak berinteraksi dengan akun media sosial yang terkait dengan Israel.
Peringatan tersebut didasarkan pada Pasal 8 undang-undang tentang "memerangi tindakan permusuhan terhadap rezim Zionis", dan ditandatangani oleh wakil direktur kehakiman urusan sosial.
Baca juga: Berulah Lagi Usai Viral Tak Bayar Tol, LCGC Calya yang Sama Juga Serempat Mobil Lain
"Pesan-pesan ini menimbulkan ketakutan dan kebingungan di tengah masyarakat," ujar pengamat politik Iran. "Banyak warga kini bertanya-tanya: apa sebenarnya yang dianggap sebagai tindakan mencurigakan?"
Ketua Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, menyampaikan bahwa penanganan kasus spionase dan pelanggaran keamanan nasional menjadi prioritas utama pengadilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euronews.com