Jumat, 11 OKTOBER 2024 • 13:50 WIB

10 Tahun Pemerintahan Joko Widodo: IKN Nusantara Maju, Indonesia Maju!

Author

Jokowi melakukan groundbreaking RSUP di Ibu Kota Nusantara

INDOZONE.ID - Mengutip slogan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79 yang jatuh pada 17 Agustus 2024, yakni 'Nusantara Maju, Indonesia Maju', yang mana menjadi tanda gebrakan positif yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam dua periode pemerintahannya.

Ya, sebuah kota khusus pemerintahan bernama Nusantara dibangun sebagai Ibu Kota Negara yang baru. Kota yang disingkat menjadi IKN akan menggantikan peran Jakarta yang selama ini berstatus sebagai Ibu Kota Negara.

Bukan hanya sekadar membangun kota, kehadiran IKN pun juga memberikan sejumlah dampak positif kepada Indonesia. Ya, seperti slogannya: 'Nusantara Maju, Indonesia Maju'.

Lantas seperti apa Sejarah dibangunnya IKN serta dampak-dampak positif yang dihadirkan 'Kota Baru' tersebut terhadap perkembangan Indonesia? Berikut INDOZONE jabarkan penjelasannya.

Baca Juga: Manfaat Jangka Panjang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Infrastruktur di Era Jokowi

Direncanakan oleh Presiden Soekarno, Direalisasikan Presiden Jokowi

Siapa sangka pemindahan ibu kota negara benar-benar diwujudkan. Gagasan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta secara permanen telah dimulai tahun 1957 oleh Presiden Soekarno, berlanjut pada pemerintahan berikutnya.

Baru pada tahun 2022, wujud keseriusan Indonesia membangun Ibu Kota Negara Nusantara ditandai dengan terbitnya UU No. 3 Tahun 2022. Secara bertahap hingga tahun 2045, pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan dilaksanakan, bukan hanya di Kawasan Inti Pemerintahan Pusat namun juga menyentuh kawasan penyangga di sekitarnya.

Presiden Jokowi mengumumkan pembangunan Nusantara Warehouse Park di IKN

Gerak cepat membangun Nusantara tetap berpegang pada kelestarian lingkungan. Penggunaan energi terbarukan, transportasi publik yang ramah lingkungan, dan ruang terbuka hijau yang luas menjadi prioritas demi lahirnya kota berkelanjutan di masa depan (smart forest city).

Seluruh bangunan di Nusantara dihiasi ornamen khas Indonesia dengan desain futuristik yang memikat. Garuda Pancasila tidak lagi hanya sebatas gambar di dinding ruangan, tetapi menjadi cahaya yang menerangi seantero kota Nusantara.

Baca Juga: 10 Tahun Presiden Jokowi dalam Misi Kemanusiaan Global: Jadi Pimpinan G20 hingga Konsisten Bela Palestina

Visi Besar Dibangunnya IKN

Kehadiran IKN sendiri dibarengi dengan visi besar terhadap perkembangan Indonesia. Seperti dikutip dari Undang-Undang (UU) Nomor 3 2022 yang mengatur mengenai Ibu Kota Nusantara dan pelaksanaan pemerintahannya yang dilaksanakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara.

Ibu Kota Nusantara memiliki visi sebagai kota dunia untuk semua yang dibangun dan dikelola dengan tujuan untuk: 1) menjadi kota berkelanjutan di dunia; 2) sebagai penggerak ekonomi Indonesia di masa depan; dan 3) menjadi simbol identitas nasional yang merepresentasikan keberagaman bangsa Indonesia, berdasarkan Pancasila dan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Visi besar terhadap dibangunnya IKN juga acap kali dinotice oleh Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan. Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi sangat mengharapkan kehadiran IKN bisa memberikan banyak dampak positif terhadap pembangunan Tanah Air, termasuk perekonomian.

"Saya ingin saudara-saudara semuanya melihat IKN, melihat progres kota masa depan itu seperti apa? Melihat semangat transformasi itu seperti apa? Agar apa? Agar semangat transformasi yang ada itu bisa Bapak/Ibu bawa pulang ke daerah, ke wilayah untuk dikembangkan di daerah masing-masing," ujar Presiden Jokowi.

"Di sini gedungnya harus green building, di sini transportasinya nanti harus transportasi hijau, pemakaian listrik yang kita ada sekarang ini juga dari energi hijau. Itulah masa depan dunia, dunia semuanya menuju ke sana semuanya dan kita ingin juga menuju ke sana tapi mendahului dari yang lain," ungkap Presiden.

Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan

Keputusan Presiden Jokowi membangun IKN di Pulau Kalimantan memang diharapkan adanya pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia, dan tidak hanya berfokus pada Jawa saja. Selain itu kehadiran IKN juga berhasil jadi pengungkit pertumbuhan perekonomian di Kalimantan.

Ya, semenjak pembangunan IKN Nusantara dilakukan, perekonomian di Kalimantan berhasil naik 5,43 persen. Hal tersebut pun disampaikan langsung oleh Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, pada awal tahun ini.

"Salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan, terutama Kalimantan Timur, karena ada aktivitas konstruksi yang tumbuh 15,82 persen," ujar Amalia, seperti INDOZONE sadur dari Antara.

Selain aktivitas konstruksi, pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur juga didorong oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang disebut juga tumbuh tinggi, imbas pembangunan berbagai infrastruktur di IKN.

Warga Adat Pamaluan yang mendiami kawasan IKN, dikejutkan dengan ultimatum dari IKN mereka diberi waktu 7 hari untuk pindah dari kawasan IKN (Foto: ANTARA/ RIVAN AWAL LINGGA)

Hal serupa juga diutarakan oleh Ekonom Kaltim Dr Adji Sofyan Effendi tehadap dampak pembangunan IKN Nusantara pada perekonomian Kalimantan Timur. Bahkan ia memprediksi bahwa ekonomi Kaltim 2025 tumbuh di kisaran 6,5-7,1 persen.

"Prakiraan sebesar ini logis karena masifnya pembangunan di IKN. Data BPS disebutkan ekonomi Kaltim semester I-2024 dibanding semester I-2023 tumbuh 6,54 persen, salah satunya dampak IKN," ungkap Adji Sofyan.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Jokowi pun mengamini bahwa pembangunan IKN Nusantara berhasil meningkatkan perekonomian di Kalimantan Timur. Ia pun menyoroti permintaan masa depan dari IKN sebagai peluang menjanjikan bagi petani lokal dan produsen pertanian.

"Nanti kan ada demand, ada permintaan dari pasar baru yang namanya IKN tentu saja kalau ada kelebihan produksi beras di sini bisa dikirim ke IKN," ucap Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi menekankan peran strategis IKN dalam mendorong gelombang baru pertumbuhan ekonomi yang berpusat pada prinsip keberlanjutan. Perspektif ini sejalan dengan visi yang lebih luas untuk menjadikan IKN sebagai model

pembangunan kota berkelanjutan yang tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Saya kira IKN akan menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru dan kita ingin juga terjadi transformasi ekonomi terutama yang berkaitan dengan ekonomi hijau,” jelasnya.

Peluang Investasi Besar di IKN Nusantara

Pemindahan ibu kota negara ke Nusantara menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Megaproyek ini tidak sekadar memindahkan pusat pemerintahan, tetapi juga bakal menjadi magnet bagi investor asing untuk turut mengembangkan kawasan baru yang menjanjikan ini.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono, menyatakan bahwa kebijakan ini dirancang agar Ibu Kota Nusantara bukan hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi yang Indonesia-sentris.

Dia berharap para pelaku usaha dapat membantu menjadikan kota ini sebagai pusat penyediaan infrastruktur dan kegiatan ekonomi yang akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di masa depan bagi Indonesia.

Suasana persiapan di Istana Negara IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (16/8/2024).

“Pembangunan Ibu Kota Nusantara merupakan proyek besar yang membutuhkan investasi dan kolaborasi yang besar antara pemerintah dan pelaku bisnis. Kota ini dibangun dari awal di atas lahan hijau, yang memberikan kesempatan unik untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan efisien,” ujar Bambang.

“Saya sangat mengapresiasi semua pihak, khususnya teman-teman di KemenPUPR yang telah bekerja keras dalam membangun infrastruktur di Ibu Kota Nusantara. Progres pembangunan yang signifikan tentunya akan menumbuhkan kepercayaan seluruh pihak bahwa Indonesia benar-benar serius dalam membangun ibu kota baru yang berkelanjutan dan akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan datang,” pungkasnya.

IKN Bangun Peradaban Baru Indonesia

Hadirnya IKN Nusantara juga diharapkan pembangunan peradaban baru masyarakat Indonesia. Presiden Jokowi pun menyampaikan bahwa IKN nantinya akan menjadi salah satu kota dengan pelayanan publik yang berkualitas kelas dunia.

"Hal ini hanya bisa terjadi jika yang pertama kota ini menyediakan lapangan kerja yang berkelas. Yang kedua, ibu kota baru ini juga menyediakan suasana dan pelayanan yang berkualitas kelas dunia. Minimal pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkelas dunia," jelas Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi membuka seluas-luasnya kesempatan bagi seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan dan gagasannya agar visi ibu kota baru tersebut dapat diwujudkan. Rancangan ideal mengenai kota yang dapat menjawab permasalahan dunia sudah harus dipikirkan sejak jauh hari.

Peta IKN

"Ini semua harus kita pikirkan dan kita rancang secara baik sejak awal. Kita ingin membuat kota yang memberi contoh dan bisa menjawab permasalahan-permasalahan dunia. Saya ingin mengatakan bahwa ibu kota ini adalah hadiahnya Indonesia untuk dunia. Mimpinya memang harus tinggi seperti itu," lanjutnya.

Namun, Presiden mengingatkan bahwa pemindahan ibu kota ini tidak berarti hanya memindahkan pusat pemerintahan dan lokasi semata. Di luar itu dibutuhkan pula perpindahan sistem, budaya kerja, dan pola pikir masyarakat. Sejumlah upaya lainnya, disebut Presiden, juga harus menyertainya.

“Kesiapan sumber daya manusia di bidang konstruksi harus serius kita perhatikan. Pasokan tenaga ahli jasa konstruksi harus terus kita tingkatkan kuantitas maupun kualitasnya. Harus dipercepat sertifikasi sesuai dengan standar-standar internasional yang ada sehingga mampu mendongkrak produktivitas dan kualitas pembangunan infrastruktur kita,” imbuhnya.

Kehadiran IKN Nusantara sebagai Ibu Kota negara yang baru terbukti bahwa menghadirkan sangat banyak dampak positif terhadap pembangunan Indonesia sebagai sebuah negara besar. Ini pun menjadi prestasi gemilang lain yang berhasil ditorehkan Presiden Jokowi selama dua periode kepemimpinannya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU