INDOZONE.ID - Penangkapan hacker kontroversial bernama Bjorka yang baru saja dilakukan oleh Polda Metro Jaya kini diragukan oleh netizen berkaitan dengan keaslian dari Bjorka itu sendiri. Menyikapi hal tersebut, Polda Metro Jaya memberikan respon.
Keraguan netizen sendiri salah satunya muncul pada kolom komentar postingan di media sosial Indozone. Akun IG @vergivee secara terang-terangan menyebut jika pria yang ditangkap oleh Polda Metro Jaya merupakan korban salah tangkap.
"Kasihan tu bocah njirr salah tangkap," tulis akun tersebut dalam komentar seperti dilihat pada Sabtu (4/10/2025).
Baca juga: Identifikasi Korban Ponpes Sidoarjo Ambruk Masih Berlangsung, Kapolda Jatim Pastikan Proses Maksimal
Netizen juga menyebut jika pria itu sengaja menjadi kambing hitam atau ditumbalkan. Netizen juga heran lantaran akun medsos bernama Bjorka masih aktif.
"Bjorka nyatanya masih buat story padahal yak," tulis akun @hafidzalfatah.
Kendati demikian, terdapat pula netizen yang meyakini jika pria itu adalah Bjorka asli dan memberikan apresiasi atas kinerja Polri dalam hal ini Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya atas kinerjanya,
Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus menyebut pihaknya hingga saat ini masih menelusuri jejak digital dari Bjorka yang baru ditangkap oleh pihaknya. Diketahui, Bjorka tersebut sudah beraksi sejak tahun 2020 silam.
Baca juga: Seru! Mengintip Kemeriahan Pemilihan Putra-Putri Smansa Parepare 2025 yang Riuh Sorakan Penonton
"Kan kemarin sudah saya sampaikan, kita masih telusuri jejak digital 2020. Ada parameter yang kita gunakan untuk mengidentifikasi apakah benar dia Bjorkanism di tahun 2020," kata AKBP Fian.
Sedangkan berdasarkan bukti-bukti yang sudah dikantongi oleh Polda Metro Jaya, Fian mengatakan jika akun medsos Bjorka yang sudah ada sejak tahun 2020 benar merupakan milik pelaku.
"Tetapi dari bukti digital awal yang kemarin saya sampaikan dari akun X memang akun Twitter itu dari 2020 yang dia punya. Jadi tahun 2020 tidak ada akun Twitter lain bernama Bjorka, cuma punya dia," tegas Fian.
"Apakah dia itu? Ya kita masih perlu. Kan baru satu bukti, perlu dicek lagi dengan bukti lain. Kan Bjorka di dark web ada beberapa konten di upload itu beberapa kementerian, termasuk nama-nama pejabat. Ada kan filenya. Itu nanti akan kita bandingkan bukti digital yang lagi diproses di Labfor ini. Nah begitu itu kita temukan, baru kita pastikan bahwa dia orang yang sama," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan