Proses identifikasi korban Ponpes Sidoarjo yang ambruk. (Dok. Istimewa)
INDOZONE.ID - Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, hingga saat ini masih berlangsung.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto memastikan jika proses identifikasi yang sedang dilakukan oleh Tim DVI berjalan dengan maksimal.
"Kami bekerja maksimal dan teman-teman media juga bisa membantu menyampaikan informasi agar keluarga korban tidak terus diliputi ketidakpastian," kata Irjen Nanang dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (4/10/2025).
Baca juga: Hari Kelima Operasi SAR Ponpes Sidoarjo Ambruk, 5 Jenazah Ditemukan
Diketahui, Tim SAR baru saja mendapat sejumlah jasad yang baru saja ditemukan. Kapolda menyatakan jika hasil identifikasi menjadi sangat penting dan ditunggu-tunggu oleh para keluarga korban.
"Kami sedang menangani lima jenazah baru yang ditemukan. Proses identifikasi ini penting agar keluarga yang menunggu kepastian bisa segera mendapatkan kejelasan," ungkapnya.
Lebih jauh, berkaitan dengan data identitas dari para santri, Irjen Nanang menyebut pihaknya sudah melakukan pendataan mulai dari santri, pengurus pesantren, sampai dengan pekerja bangunan.
"Data santri dan pengurus sudah mulai terkumpul, namun untuk pekerja bangunan kita masih menelusuri siapa yang bertanggung jawab, termasuk mencari pimpinan proyeknya," kata Nanang.
Proses identifikasi korban Ponpes Sidoarjo yang ambruk. (Dok. Istimewa)
Baca juga: Basarnas Temukan 15 Titik Korban di Reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Seperti yang diketahui, Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur ambruk pada Senin, 29 Agustus 2025 lalu. Ambruknya bangunan Musala ini menimpa sejumlah orang.
Berdasarkan data sementara, total korban sebanyak 167 orang dengan rincian 118 orang berhasil ditemukan.
Lebih detail lagi dari 118 orang tersebut rinciannya 103 korban selamat, 14 orang tewas dan satu orang kembali ke rumah tanpa memerlukan penanganan medis lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan