INDOZONE.ID - Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada Iran.
Dalam pernyataannya pada Kamis (8 Mei), Katz menegaskan bahwa Israel ancam Iran seperti Hamas, merujuk pada operasi militer besar-besaran Israel terhadap kelompok bersenjata di Gaza.
Ancaman itu muncul hanya beberapa hari setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv. Israel menyebut bahwa serangan tersebut tidak bisa dipisahkan dari campur tangan Iran secara tidak langsung.
Baca Juga: PBB Kehabisan Stok Pangan di Jalur Gaza Imbas Blokade Israel
"Saya peringatkan para pemimpin Iran yang membiayai, mempersenjatai, dan memanfaatkan organisasi teroris Houthi: sistem proxy kalian telah berakhir, dan poros kejahatan telah runtuh," kata Katz.
Ancaman Israel ke Iran perlakukan seperti Hamas ini menjadi sinyal tegas bahwa Tel Aviv tidak akan membedakan antara pelaku langsung dan pendukung di balik layar.
“Apa yang kami lakukan terhadap Hizbullah di Beirut, Hamas di Gaza, dan Assad di Damaskus, akan kami lakukan juga di Teheran,” tegasnya.
Baca Juga: Israel Kembali Serang Gaza Lewat Jalur Udara, Tewaskan 92 Orang dalam Dua Hari
Iran, bersama Hizbullah, Hamas, dan Houthi, selama ini dikenal sebagai bagian dari poros yang menentang eksistensi Israel dan pengaruh Amerika Serikat di kawasan.
Reaksi Israel jika Iran terlibat konflik tampaknya akan sangat keras, mengingat pengalaman sebelumnya saat Israel melancarkan operasi militer terhadap Gaza yang berdampak besar pada Hamas.
Serangan udara Israel sebagai balasan atas serangan Houthi mencakup sasaran strategis seperti Bandara Internasional Sanaa dan beberapa pembangkit listrik di ibu kota Yaman.
Langkah ini menunjukkan bahwa konsekuensi jika Iran serang Israel, baik langsung maupun lewat kelompok sekutu, bisa sangat serius dan menyebar ke berbagai wilayah.
Sementara itu, meski Amerika Serikat dan Houthi telah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Oman, kelompok pemberontak tersebut menyatakan akan tetap melanjutkan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal yang terhubung dengan negara itu di Laut Merah. Ini menunjukkan bahwa situasi masih jauh dari kata aman.
Dalam konteks ini, perbandingan cara Israel hadapi Hamas dan Iran menjadi sorotan. Jika terhadap Hamas, Israel sudah melancarkan serangan besar dan menghancurkan sebagian besar struktur kepemimpinan mereka, maka terhadap Iran yang memiliki kekuatan militer jauh lebih besar, pendekatan yang digunakan bisa jauh lebih kompleks dan berisiko memicu konflik berskala luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost.com