Kamis, 21 MEI 2026 • 09:15 WIB

MPR Desak Pemerintah Segera Bebaskan 9 WNI Peserta Global Sumud Flotilla yang Diculik Israel

Author

Pasukan Angkatan Laut Israel mencegat kapal armada Global Sumud Flotilla yang hendak ke Gaza, Palestina. (Armada Global Sumud/Handout via REUTERS)

INDOZONE.ID - Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mendesak pemerintah untuk bergerak cepat membebaskan sembilan warga negara Indonesia (WNI) peserta relawan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang diculik Israel.

Sebanyak sembilan WNI itu berlayar dengan kapal-kapal yang membawa bantuan kemanusiaan, ke Gaza, Palestina

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. (Photo/ANTARA/Ikhwan Wahyudi)

Namun, pasukan Zionis Israel mencegat kapal-kapal tersebut satu per satu sekaligus menculik para relawan GSF sejak Senin 18 Mei 2026.

Kabar pencegatan dan penculikan relawan kemanusiaan GSF, termasuk sembilan WNI, menimbulkan kecaman dari berbagai pihak.

Baca juga: Kemlu RI Konfirmasi Semua WNI Peserta Global Sumud Flotilla Gaza Diculik Israel: Total 9 Orang!

Bahkan, Hidayat Nur Wahid menyebut aksi Israel sebagai kejahatan kemanusiaan karena menculik relawan yang bawa bantuan, bukan senjata.

“Secara prinsip saya sangat menolak keras dan prihatin atas berlanjutnya kejahatan kemanusiaan Israel dan pasukan Zionisnya yang kembali menangkapi atau menculik ratusan aktivis sipil yang tidak membawa senjata, tapi bantuan kemanusiaan,” kata Hidayat Nur Wahid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 20 Mei 2026, dikutip dari Antara, Kamis (21/5/2026).

Selain itu, Hidayat Nur Wahid juga menyebut aksi Israel sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional. Bagaimana tidak, pencegatan dan penculikan tersebut dilakukan di perairan internasional, bukan daerah otoritas Israel.

“Tentu saja ini merupakan pelanggaran terbuka terhadap hukum internasional,” ujarnya.

Hidayat Nur Wahid minta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memaksimalkan diplomasi di Perserikatan Bangsa-Bangasa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk memastikan keamanan dan keselamatan WNI di luar negeri.

“Kementerian Luar Negeri penting segera melakukan aksi yang lebih nyata dan lebih efektif bersama PBB dan OKI,” ungkap Hidayat Nur Wahid.

Ia pun menilai Indonesia memaksimalkan status Ketua Dewan HAM PBB untuk menambah tekanan internasional kepada Israel sehingga para relawan pun dibebaskan.

Baca juga: Pemerintah Upayakan Pembebasan Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel saat Flotilla Gaza

Israel Tak Segan Targetkan Wartawan untuk Tutupi Kejahatan

Kamu harus tahu, dari sembilan WNI yang diculik Israel, tiga di antaranya adalah wartawan. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta wartawan Tempo Andre Prasetyo Nugroho.

Hidayat Nur Wahid menilai Israel tidak segan-segan menarget wartawan untuk menutupi kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukannya.

Berdasarkan data Committee to Protect Journalist, lebih dari 260 wartawan dan pekerja media dilaporkan meninggal dunia sejak Oktober 2023 dalam konflik Gaza.

Baca juga: Wartawan dalam Rombongan Relawan Indonesia Peserta Global Sumud Flotilla Gaza Dilaporkan Diculik Israel, Kemlu RI Beri Kecaman

“Israel memang menarget wartawan karena mereka tidak ingin kejahatan kemanusiaan termasuk genosida yang mereka lakukan atas Gaza diketahui dunia,” ujarnya.

Hingga kini, pemerintah masih berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keadaan dan keselamatan sembilan WNI yang diculik Israel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU