INDOZONE.ID - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengaku terkena kanker prostat stadium awal. Lantas, bagaimana kondisi terkini dari sosok penuh kontroversi ini?
Netanyahu mengaku telah menerima perawatan medis untuk kanker prostat yang dideritanya. Tapi, ia tidak merinci kapan dirinya menjalani perawatan tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Alex Kolomoisky/POOL/Pool via REUTERS)
Dalam pernyataan di media sosial, bersamaan dengan perilisan laporan kesehatannya, Netanyahu menyatakan kanker prostat ditemukan dalam pemeriksaan rutin yang dilakukannya.
Namun, berkat pengobatan yang tepat, pria berumur 76 tahun itu menegaskan kanker prostat itu telah hilang tanpa meninggalkan jejak.
Baca juga: Donaldo Trump Sebut Israel dan Lebanon Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata Selama Tiga Pekan
Kamu harus tahu, kesehatan Netanyahu terganggu dalam beberapa tahun terakhir ini. Ia sempat menjalani operasi prostat pada 2024 karena infeksi saluran kemih akibat pembesaran prostat jinak. Tahun sebelumnya, ia pun dipasang alat pacu jantung.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel dengan masa jabatan terlama itu, punya alasan kenapa baru mengumumkan kondisi kesehatannya sekarang.
Ia menunda perilisan laporan kesehatannya selama dua bulan, supaya Iran tidak menyalahgunakan itu untuk propaganda palsu melawan Israel. Diketahui, Israel dengan Amerika Serikat (AS) terlibat perang dengan Iran sejak 28 Februari 2026.
Sebelumnya, Netanyahu kencang dikabarkan telah meninggal dunia karena serangan Iran ke wilayah Israel pada Maret silam.
Baca juga: Militer Israel Pasang Spanduk Propaganda di RS Indonesia Gaza, RI Beri Kecaman Keras
Pemerintah Iran disebut sebagai pihak yang paling kencang mengklaim kematian Netanyahu. Akan tetapi, Netanyahu membantah klaim itu dengan video berkunjung ke kafe di Yerusalem pada Maret, yang sempat diduga hasil AI.
Namun, Netanyahu ternyata masih memegang mayoritas tanggung jawab pemerintahan Israel hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian