INDOZONE.ID - Sebanyak dua wartawan nasional dari media Republika, termasuk dalam sekelompok warga negara Indonesia (WNI), yang dilaporkan diculik oleh pasukan Zionis Israel, Kamis 18 Mei 2026.
Menurut laporan, sekelompok WNI itu tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla yang berlayar dengan kapal untuk membawa bantuan kemanusian ke Jalur Gaza, Palestina.
Pemimpin Redaksi (Pemred) Republika, Andi Muhyiddin, menjelaskan bahwa sekelompok WNI yang terkena intersepsi Israel terdiri dari sembilan relawan. Sebanyak dua di antaranya merupakan wartawan Republika, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Ia menyatakan Republika mengecam keras intersepsi Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional tersebut.
Baca juga: Agresi Israel di Gaza Belum Berhenti, Korban Meninggal Capai 72.736 Orang
“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” kata Andi, dikutip dari pernyataan resmi, Senin 18 Mei 2026, dilansir dari Antara, Selasa (19/5/2026).
“Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujarnya.
Menurut laporan, Israel melakukan intersepsi terhadap kapal Global Sumud Flotilla pada pagi kemarin waktu Turki, di perairan Siprus, sekira 200 mil laut dari Gaza. Bambang dan sejawat wartawan serta relawan lainnya menaiki kapal Boralize.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui Juru Bicara Yvonne Mewengkang, mengecam keras aksi Israel yang mengintersepsi kapal Global Sumud Flotilla.
“Kemlu RI mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0,” kata Yvonne dalam pernyataan resmi, dikonfirmasi di Jakarta, Senin 18 Mei 2025.
Yvonne pun menyatakan Kemlu mendesak Israel untuk segera membebaskan semua kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
“Kemlu RI mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” lanjutnya.
Baca juga: Kapal Migran Ilegal Kembali Tenggelam di Malaysia, Kemlu RI Pantau Korban WNI
Kamu harus tahu, berdasarkan laporan, setidaknya ada 10 kapal yang telah diintersepsi oleh Israel, di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara