INDOZONE.ID - Harga telur di Belanda dilaporkan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dipicu oleh wabah flu burung (avian influenza) yang kembali menyerang sejumlah wilayah peternakan unggas di negara tersebut.
Dilansir melalui NL Times pada Rabu (1/4/2026) lonjakan harga terjadi karena produksi telur terganggu setelah sejumlah peternakan terdampak wabah.
Untuk mencegah penyebaran virus, otoritas setempat dan peternak harus melakukan langkah pengendalian, termasuk pembatasan distribusi unggas serta pemusnahan ayam yang terinfeksi.
Akibatnya, pasokan telur di pasar menjadi lebih terbatas sementara permintaan konsumen tetap tinggi.
Baca juga: Perebutan Kursi Senat AS Memanas: Strategi Schumer Ditolak Kader Sendiri, Partai Demokrat Terpecah
Wabah Flu Burung Ganggu Produksi Unggas
Salah satu wilayah yang terdampak adalah Noord-Limburg, daerah dengan kepadatan peternakan ayam petelur yang tinggi di Belanda.
Wabah flu burung di kawasan ini menyebabkan gangguan produksi telur sehingga memicu kenaikan harga di sejumlah supermarket.
Data pemantauan menurut laporan NL Times harga di supermarket menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa produk telur.
Misalnya, harga 20 butir telur kandang di supermarket Albert Heijn naik dari sekitar €6,29 menjadi €6,49.
Sementara, harga 10 telur ayam kampung di supermarket Jumbo meningkat dari €4,49 menjadi €4,79.
Gangguan pasokan ini terjadi karena supermarket biasanya hanya menyimpan stok yang terbatas. Ketika produksi sedikit terganggu, dampaknya bisa langsung terasa di pasar.
Baca juga: Israel Serang Pabrik Desalinasi Iran, Donald Trump Marah
Harga Telur Naik hingga Hampir 40 Persen
Secara keseluruhan, harga telur di Belanda bahkan tercatat mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan organisasi konsumen Belanda, harga telur kini sekitar 38 persen lebih mahal dibandingkan lima tahun lalu.
Pada Februari 2026, harga rata-rata telur kandang mencapai sekitar €0,35 per butir, sementara telur dari ayam bebas berkeliaran mencapai sekitar €0,37 per butir.
Kenaikan harga ini terjadi karena produksi telur menurun akibat wabah flu burung yang berulang dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan dalam beberapa kasus, lebih dari satu juta ayam harus dimusnahkan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Baca juga: Drone Iran Serang Tanker Kuwait di Dubai, Kapal Bermuatan 2 Juta Barel Minyak Terbakar
Pemerintah Perketat Pengawasan Peternakan
Untuk menekan penyebaran flu burung, pemerintah Belanda menerapkan sejumlah kebijakan di sektor peternakan.
Salah satunya adalah mewajibkan peternak menjaga ayam tetap berada di dalam kandang agar tidak terpapar virus dari unggas liar.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko penularan penyakit yang dapat menyebar dengan cepat di kawasan dengan kepadatan peternakan tinggi seperti Belanda.
Kenaikan harga telur di Belanda menunjukkan bagaimana wabah penyakit pada sektor peternakan dapat berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan pangan.
Flu burung yang menyerang peternakan unggas menyebabkan produksi telur menurun dan distribusi menjadi lebih terbatas.
Baca juga: Ukraina Terus Serang Kilang Minyak Rusia, Api Berkobar Berhari-hari, Ekspor Minyak Mandek
Jika wabah flu burung terus terjadi di berbagai negara Eropa, harga telur diperkirakan masih akan mengalami tekanan dalam beberapa waktu ke depan hingga produksi unggas kembali stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nltimes.nl, Dutchnews.nl