Sabtu, 28 MARET 2026 • 17:51 WIB

9 Juta Orang dari Seluruh Negara Bagian Turun dalam Demonstrasi "No Kings" Memprotes Trump

Author

Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Demonstrasi besar-besaran bertajuk "No Kings" (Tidak Ada Raja) digelar di seluruh Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). 

Aksi ini merupakan protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump dan pemerintahannya.

Para penyelenggara memprediksi ini bisa menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah AS. 

Lebih dari 3.100 acara terdaftar di 50 negara bagian, dengan lebih dari 9 juta orang diperkirakan ikut serta.

Baca juga: Harga BBM Melonjak, Thailand Terancam Gagal Panen dan Krisis Pangan

Minnesota Jadi Pusat Aksi Nasional

Minnesota ditunjuk sebagai lokasi acara utama nasional. Penunjukan ini sebagai pengakuan atas peran negara bagian tersebut menjadi pusat perlawanan setelah agen federal menembak mati dua orang yang sedang memantau penindakan imigrasi Trump.

Rally di depan Gedung Capitol Minnesota di St. Paul ditargetkan dihadiri 100.000 orang. Jumlah itu melampaui aksi Juni lalu yang dihadiri sekitar 80.000 orang.

Bruce Springsteen hingga Bernie Sanders Turun ke Jalan

Aksi utama di Minnesota akan diisi oleh sejumlah tokoh terkenal. Bruce Springsteen dijadwalkan tampil membawakan lagu "Streets of Minneapolis" yang ia tulis sebagai respons atas kematian Renee Good dan Alex Pretti, serta penghormatan kepada ribuan warga Minnesota yang turun ke jalan selama musim dingin.

Baca juga: Yaman Khawatir Terseret Konflik AS-Iran, Beban Ekonomi Bisa Jadi Krisis Kemanusiaan

Springsteen baru saja memulai tur "Land of Hope & Dreams" dengan tema "No Kings" di Minneapolis pada Selasa (24/3/2026) lalu.

Selain Springsteen, aksi juga akan menampilkan penyanyi Joan Baez, aktris Jane Fonda, Senator Bernie Sanders, serta sejumlah aktivis, pemimpin buruh, dan pejabat terpilih lainnya.

Respons Gedung Putih: Produk Jaringan Pendukung Kiri

Gedung Putih menepis aksi ini sebagai produk jaringan pendanaan kelompok kiri yang tidak memiliki dukungan publik nyata.

"Satu-satunya orang yang peduli dengan Terapi Delusi Trump ini adalah reporter yang dibayar untuk meliputnya," kata juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson dalam pernyataannya.

Baca juga: Filipina Dilanda Krisis BBM, Wacana Penundaan KTT ASEAN Menguat

Aksi Meluas hingga Mancanegara

Aksi tidak hanya berlangsung di AS. Rallies juga direncanakan di lebih dari selusin negara lain, dari Eropa hingga Amerika Latin hingga Australia, menurut Ezra Levin, salah satu direktur eksekutif Indivisible, kelompok yang memimpin aksi.

Di negara-negara dengan monarki konstitusional, aksi ini diberi nama "No Tyrants" (Tidak Ada Tiran).

Bagi yang tidak bisa hadir langsung, kelompok aktivis Stand Up For Science menyelenggarakan acara virtual dan dapat diakses secara online.

Aksi Lebih Besar dari Sebelumnya

Para penyelenggara nasional mengatakan aksi Sabtu ini diperkirakan lebih besar dari dua gelombang aksi "No Kings" sebelumnya. 

Baca juga: Kapal Malaysia Dapat Izin Lewati Selat Hormuz, Anwar Ibrahim Ucapkan Terima Kasih ke Iran

Mereka memperkirakan gelombang pertama pada Juni menarik lebih dari 5 juta orang, dan gelombang kedua pada Oktober menarik lebih dari 7 juta orang.

Dukungan dari Berbagai Kalangan

Leah Greenberg, Direktur Eksekutif Indivisible lainnya, mengatakan aksi kali ini tidak hanya melibatkan pemilih Demokrat atau penduduk kota besar.

"Dua pertiga dari konfirmasi kehadiran berasal dari luar pusat kota besar," ujarnya. 

Ia mencatat lonjakan pendaftaran di negara bagian cenderung konservatif seperti Idaho, Wyoming, Montana, Utah, South Dakota, dan Louisiana, serta daerah pinggiran kompetitif di Pennsylvania, Georgia, dan Arizona.

Baca juga: Panic Buying Melanda Australia, PM Albanese Pastikan Pasokan BBM Aman

Katie Bethell, direktur eksekutif MoveOn, kelompok penyelenggara utama lainnya, menegaskan aksi ini adalah pesan paling keras dan jelas bahwa negara ini bukan milik raja, diktator, atau tiran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: AP News

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU