Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 24 MARET 2026 • 10:00 WIB

Iran Ancam Serang Pembangkit Listrik di Teluk, Trump Beri Ultimatum 48 Jam

Author

Iran Ancam Serang Pembangkit Listrik di Teluk, Trump Beri Ultimatum 48 JamIlustrasi pembangkit listrik di Teluk. (Sumber: Pixabay.com)

INDOZONE.ID - Ketegangan di Timur Tengah kian meningkat dan memasuki tahap yang lebih rawan. Iran memperingatkan akan menyerang infrastruktur listrik Israel serta fasilitas yang mendukung pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, jika Presiden Donald Trump benar-benar menjalankan ancamannya untuk menghancurkan jaringan listrik Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin (23/3/2026), sebagai tanggapan atas ultimatum Trump yang memberi tenggat 48 jam agar Iran membuka sepenuhnya Selat Hormuz. Trump sebelumnya menegaskan bahwa fasilitas listrik Iran akan menjadi target jika permintaan itu diabaikan.

Fokus Ancaman Beralih ke Listrik

IRGC kini mengalihkan sasaran ancaman. Jika sebelumnya menyinggung fasilitas desalinasi air di negara-negara Teluk yang krusial bagi kebutuhan air bersih, kini perhatian diarahkan ke sektor kelistrikan.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan siap memberikan respons setara atas setiap serangan. Mereka menekankan bahwa serangan terhadap listrik Iran akan dibalas dengan langkah serupa.

Baca juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum Trump

Ultimatum Trump dan Kondisi Terkini

Batas waktu yang diberikan Trump, yakni Senin malam pukul 23.45 GMT, muncul di tengah konflik yang telah menelan lebih dari 2.000 korban jiwa sejak serangan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari. Situasi ini turut mengguncang pasar global, mendorong kenaikan harga energi, serta memicu kekhawatiran inflasi.

Di lapangan, Israel terus melanjutkan operasi militernya dengan menargetkan sejumlah fasilitas di Teheran. Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel, yang memicu sirene peringatan di Tel Aviv dan beberapa wilayah lain di bagian utara serta tengah.

Pemimpin Iran Dilaporkan Terluka

Menurut laporan The Washington Post, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei yang menggantikan ayahnya setelah wafat dalam serangan awal, disebut mengalami luka dan berada dalam kondisi terisolasi. Ia dilaporkan belum merespons pesan yang dikirim kepadanya. Seorang pejabat Iran sebelumnya juga menyebut kepada Reuters bahwa kondisinya hanya mengalami luka ringan.

Serangan Balasan di Kawasan Teluk

Iran juga memperlihatkan kemampuan serangan balasan dengan meluncurkan dua rudal balistik ke Riyadh, Arab Saudi. Satu rudal berhasil dihentikan, sementara satu lainnya jatuh di wilayah kosong.

Serangan terhadap infrastruktur listrik berpotensi menimbulkan dampak besar di kawasan Teluk. Ketergantungan tinggi pada listrik untuk operasional pabrik desalinasi membuat negara-negara seperti Bahrain dan Qatar bergantung penuh pada sistem ini untuk pasokan air minum. Uni Emirat Arab bergantung lebih dari 80 persen, sementara Arab Saudi sekitar setengah dari total kebutuhan airnya.

Selat Hormuz Masih Ditutup

IRGC menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga fasilitas listrik Iran yang rusak berhasil dipulihkan. Sebelumnya, Iran menyatakan jalur tersebut hanya dibuka bagi kapal yang tidak berkaitan dengan pihak yang dianggap sebagai musuh. Sejumlah kecil kapal, termasuk dari India dan Pakistan, dilaporkan masih mendapat izin melintas.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, China Peringatkan “Lingkaran Setan”

Konflik Meluas, Hezbollah Ikut Terlibat

Ketegangan tidak hanya melibatkan Iran dan Israel. Kelompok Hezbollah dari Lebanon, yang mendapat dukungan Iran, ikut terlibat dengan meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel. Serangan balasan Israel dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.000 korban jiwa di Lebanon.

Militer Israel memperkirakan konflik ini belum akan mereda dalam waktu dekat. Juru bicara militer, Brigjen Effie Defrin, menyebut pertempuran melawan Iran dan Hezbollah kemungkinan masih akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Iran Ancam Serang Pembangkit Listrik di Teluk, Trump Beri Ultimatum 48 Jam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!