Trump Jadwalkan Kunjungan ke China pada Mei, Bertemu Xi Jinping Usai Penundaan akibat Perang Iran
INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada pertengahan Mei mendatang untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping.
Kunjungan ini menjadi sorotan dunia karena sebelumnya sempat ditunda akibat konflik yang sedang berlangsung di Iran.
Trump mengungkapkan bahwa ia akan berada di Beijing pada 14-15 Mei 2026, setelah sebelumnya rencana perjalanan tersebut dijadwalkan lebih awal namun harus ditunda.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebutkan bahwa Xi Jinping akan melakukan kunjungan balasan ke Washington pada akhir tahun ini.
Baca juga: Iran Tolak Klaim Negosiasi Trump di Tengah Saling Serang dengan Israel
Upaya Menjaga Stabilitas di Tengah Ketegangan Global
Penjadwalan ulang kunjungan ini mencerminkan upaya Trump untuk tetap menunjukkan kepemimpinan di tengah situasi global yang penuh tekanan, terutama akibat konflik di Timur Tengah.
Di saat yang sama, ia juga berusaha mengelola hubungan yang cukup tegang antara dua ekonomi terbesar dunia, yaitu Amerika Serikat dan China.
Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Trump ke China dalam delapan tahun terakhir. Sebelumnya, pertemuan langsung terakhir antara kedua pemimpin terjadi pada Oktober 2025 di Korea Selatan, di mana keduanya sempat menyepakati gencatan dalam ketegangan perdagangan.
Baca juga: Iran Ancam Serang Infrastruktur Energi Teluk Usai Ultimatum Trump
Agenda Diplomasi dan Isu Sensitif
Selama kunjungan dua hari tersebut, pembahasan diperkirakan mencakup berbagai isu penting. Di satu sisi, kedua negara berpeluang mencapai kesepakatan kerja sama, terutama di sektor perdagangan seperti pertanian dan komponen pesawat.
Namun di sisi lain, sejumlah isu sensitif juga akan menjadi topik utama, termasuk masalah Taiwan. Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintahan Trump meningkatkan penjualan senjata ke Taiwan, yang memicu ketegangan dengan Beijing.
Pemerintah China pun mengingatkan Amerika Serikat agar berhati-hati dalam menangani isu tersebut, mengingat sensitivitasnya yang tinggi.
Dampak Perang Iran terhadap Hubungan Global
Situasi konflik di Iran turut menjadi faktor besar yang memengaruhi dinamika hubungan internasional. Perang tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga berdampak pada ekonomi global, terutama sektor energi.
Trump sebelumnya meminta dukungan dari negara-negara konsumen minyak utama, termasuk China, untuk menekan upaya Iran menutup Selat Hormuz. Namun hingga kini, permintaan tersebut belum mendapatkan respons signifikan dari Beijing.
Sebagai salah satu importir minyak terbesar dunia, posisi China dalam konflik ini menjadi sangat strategis.
Xi Jinping Disebut Memahami Penundaan
Pihak Gedung Putih menyatakan bahwa Xi Jinping memahami alasan penundaan kunjungan tersebut. Menurut juru bicara Gedung Putih, keputusan Trump untuk menunda perjalanan dilakukan agar ia dapat fokus pada operasi militer yang sedang berlangsung.
Diperkirakan konflik tersebut bisa mereda dalam waktu empat hingga enam minggu, meskipun situasi di lapangan masih belum sepenuhnya pasti.
Pertemuan yang Dinantikan Dunia
Pertemuan antara Trump dan Xi Jinping pada Mei mendatang dipandang sebagai momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara.
Selain berpotensi meredakan ketegangan, pertemuan ini juga bisa menentukan arah kebijakan global ke depan, terutama dalam bidang ekonomi dan keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com