Senin, 23 MARET 2026 • 17:55 WIB

Kim Jong Un Kembali Terpilih Sebagai Presiden Korea Utara, Raih Suara Hampir 100 Persen

Author

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menghadiri Sidang Pertama Majelis Rakyat Tertinggi ke-15 di Mansudae Assembly Hall, Pyongyang, Korea Utara, pada 22 Maret 2026. (Naver)

INDOZONE.ID - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, kembali terpilih sebagai Presiden Urusan Negara. Kabar ini diumumkan oleh media pemerintah pada Senin (23/3/2026).

Penunjukan kembali tersebut dilakukan melalui sidang Majelis Rakyat Tertinggi (Supreme People’s Assembly/SPA), yang merupakan lembaga legislatif tertinggi di negara tersebut. 

Dalam sidang perdana masa jabatan ke-15 yang digelar pada 22 Maret, Kim kembali dipercaya memimpin Komisi Urusan Negara, lembaga tertinggi dalam pengambilan kebijakan di Korea Utara.

Menurut laporan kantor berita resmi Korean Central News Agency (KCNA), keputusan ini mencerminkan “kehendak dan keinginan bulat seluruh rakyat Korea”.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik ke Arah Laut Jepang

Pemilu yang Sudah Diprediksi Hasilnya

Meski secara formal disebut sebagai pemilihan, banyak pengamat menilai proses politik di Korea Utara cenderung bersifat simbolis.

Pemilu di negara tersebut kerap dianggap telah ditentukan sebelumnya, sehingga lebih berfungsi untuk memberikan kesan legitimasi demokratis.

Analis dari Korea Institute for Defense Analyses, Lee Ho-ryung, menyebut bahwa proses seperti ini sudah menjadi pola yang berulang.

Ia menjelaskan bahwa selama kepemimpinan dinasti keluarga Kim, acara politik seperti sidang parlemen sering kali dirancang secara terstruktur dengan hasil yang sudah bisa diprediksi. Tujuannya adalah untuk menunjukkan prosedur formal pemerintahan sekaligus memperkuat legitimasi kekuasaan.

Tidak ada yang benar-benar mengharapkan hasil yang berbeda,” ujarnya.

Baca juga: Korea Utara Tuduh Korsel Kirim Drone Mata-mata, Seoul Bantah Keras

Dinasti Politik yang Terus Berlanjut

Kim Jong Un merupakan generasi ketiga dari keluarga yang memimpin Korea Utara sejak negara itu didirikan pada 1948 oleh kakeknya, Kim Il Sung. Ia mulai memimpin sejak ayahnya, Kim Jong Il, meninggal dunia pada 2011.

Sejak saat itu, Kim memperkuat posisinya sebagai pemimpin tertinggi negara yang dikenal memiliki program senjata nuklir tersebut.

Dalam foto yang dirilis media pemerintah, Kim terlihat mengenakan setelan jas formal gaya Barat dan duduk di tengah panggung, dikelilingi para pejabat tinggi. Di belakangnya tampak patung besar ayah dan kakeknya, simbol kuat dari kesinambungan kekuasaan keluarga.

Tingkat Partisipasi Hampir Sempurna

Sebelum sidang berlangsung, sebanyak 687 anggota parlemen telah dipilih melalui pemilu. Namun, warga hanya diberikan pilihan untuk menyetujui atau menolak satu kandidat yang diajukan oleh partai penguasa.

Hasilnya hampir mutlak: 99,93 persen suara mendukung kandidat yang diajukan, dengan hanya 0,07 persen yang menolak. Tingkat partisipasi pemilih bahkan mencapai 99,99 persen.

Media pemerintah menggambarkan suasana sidang di Pyongyang dipenuhi semangat politik dan antusiasme revolusioner dari para anggota yang baru terpilih.

Sinyal Kebijakan terhadap Korea Selatan

Para analis menilai bahwa sidang parlemen kali ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga bisa menjadi petunjuk arah kebijakan Korea Utara ke depan, terutama terkait hubungan dengan Korea Selatan.

Ada kemungkinan pembahasan perubahan konstitusi, termasuk upaya untuk secara resmi mendefinisikan hubungan antar-Korea sebagai hubungan antara “dua negara yang saling bermusuhan”.

Analis dari Korea Institute for National Unification, Hong Min, mengatakan bahwa pidato Kim dalam sidang ini bisa menjadi indikator penting.

Menurutnya, penggunaan istilah seperti “persatuan nasional” atau “unifikasi Korea” akan menjadi perhatian. Jika istilah tersebut diganti dengan bahasa yang lebih keras seperti “kontrol wilayah”, maka itu bisa menunjukkan perubahan arah ideologi dan strategi politik Pyongyang.

Selain itu, bagaimana Kim membahas isu wilayah darat, laut, dan udara juga akan menjadi indikator penting dalam melihat pendekatan Korea Utara terhadap Seoul.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: N.news.naver.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU