Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 09:22 WIB

924 Orang Tewas Dibunuh Polisi Punjab Pakistan dalam 8 Bulan, Apa yang Terjadi?

Author

Ilustrasi polisi menembak (Pixabay/Skitterphoto)

INDOZONE.ID - Sebuah laporan mengejutkan datang dari provinsi Punjab, Pakistan

Human Rights Commission of Pakistan (HRCP) merilis temuan bahwa unit kepolisian khusus di sana, Crime Control Department (CCD), telah membunuh sedikitnya 924 orang dalam kurun waktu delapan bulan, antara April hingga Desember 2025.

Angka ini lebih dari dua kali lipat total kematian akibat "insiden kontak senjata" (encounter) di seluruh Punjab dan Sindh sepanjang tahun 2024 yang berjumlah 341 orang. 

Laporan ini memicu perdebatan sengit tentang praktik hukum di luar proses peradilan (extrajudicial killing) yang dilakukan aparat.

Baca juga: Mantan Penembak Jitu Israel di Chile Terancam Hukuman Atas Kejahatan Perang di Gaza

Kisah Keluarga yang Kehilangan Lima Anggota Sekaligus

Salah satu kasus paling tragis menimpa Zubaida Bibi. Rumahnya di Bahawalpur didatangi petugas CCD pada November lalu. 

Mereka merampas uang, perhiasan emas, hingga mas kawin pernikahan putrinya. Tak hanya itu, kelima putra dan menantunya dibawa pergi.

Dalam 24 jam, kelimanya tewas dalam "kontak senjata" terpisah di berbagai distrik. 

Padahal, menurut suami Zubaida, anak-anaknya adalah pekerja biasa tanpa catatan kriminal. 

Saat keluarga mengajukan petisi hukum, polisi justru mengancam akan membunuh anggota keluarga yang tersisa jika tidak mencabut laporan.

Baca juga: Israel Kembali Tembak Warga Gaza, Ribuan Pasien Terblokir Tak Bisa Berobat ke Luar

Apa Itu CCD dan Mengapa Angka Kematian Melonjak?

CCD dibentuk pada April 2025 di bawah Kepala Menteri Punjab Maryam Nawaz Sharif. 

Unit ini dimaksudkan untuk memerangi kejahatan terorganisir dan geng antar-distrik yang sulit ditangani polisi biasa. 

Mereka mengklaim berhasil menekan angka kejahatan properti hingga 60 persen.

Namun, HRCP menyebut unit ini sebagai "kepolisian paralel" yang beroperasi dengan impunitas. 

Dari 924 kematian, sebagian besar adalah tersangka perampokan bersenjata (366 orang), perampokan biasa (138), dan kasus narkoba (114).

Pola Laporan yang "Copy-Paste"

HRCP menemukan kejanggalan dalam laporan polisi pasca-insiden. Ratusan laporan memiliki kemiripan struktur yang mencolok. 

Biasanya digambarkan: tim CCD mencegat tersangka bersepeda motor yang bergerak "mencurigakan" di malam hari, tersangka melepaskan tembakan, polisi membalas, dan tersangka tewas sementara rekannya kabur dalam gelap.

Baca juga: Perundingan Damai Ukraina-Rusia di Jenewa Buntu, Zelensky Tuding Rusia Sengaja Perpanjang Perang

Yang lebih aneh, banyak laporan menyebut tersangka yang terluka parah sempat sadar dan menyebutkan nama lengkap, alamat, serta riwayat kriminalnya sebelum meninggal. 

Komisi HAM menilai ini adalah pola "copy-paste" yang dibuat-buat.

Suara dari Pengacara dan Mantan Pejabat

Asad Jamal, pengacara HAM di Lahore, menduga pendekatan ini mencerminkan kebijakan di tingkat tertinggi. 

"Mereka seolah berpikir jika angka kejahatan turun, maka pembunuhan di luar proses hukum bisa dibenarkan," ujarnya.

Seorang mantan pejabat senior kepolisian Punjab yang enggan disebut namanya mengatakan ada dua faktor utama: sistem peradilan yang korup dan lamban, serta tekanan politik untuk menunjukkan keberhasilan mengendalikan kejahatan. 

Baca juga: Bos Meta Mark Zuckerberg Jalani Sidang Perdana Kasus Kecanduan Media Sosial Anak Muda

"Pemerintah ingin terlihat berhasil, bahkan dengan melanggar proses hukum," katanya.

Pengacara Rida Hosain mengingatkan bahwa praktik ini adalah "peninggalan struktur kontrol kolonial" yang memperlakukan warga sebagai subjek, bukan individu dengan hak atas pengadilan yang adil. 

"Jika kekerasan yang disahkan negara ini terus terjadi dan dibiarkan, target berikutnya bisa saja para pembangkang atau bahkan warga biasa yang dicap kriminal," tegasnya.

Respons Pemerintah dan Polisi

Pemerintah Provinsi Punjab dan jajaran kepolisian, termasuk CCD, tidak memberikan tanggapan meski telah dihubungi berulang kali oleh Al Jazeera. 

Baca juga: Ramadan di Gaza Dimulai di Tengah Kelangkaan Pangan dan Serangan Israel

Dalam tanggapan terbatas di pengadilan, CCD mengklaim bahwa laporan HRCP tidak berdasar.

Namun, HRCP menegaskan bahwa metode pemberantasan kejahatan sama pentingnya dengan hasil akhir. 

Apakah kejahatan ditangani melalui investigasi, penuntutan, dan proses peradilan, atau melalui eksekusi di luar hukum, akan menentukan wajah negara seperti apa yang ingin dibangun Punjab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU