Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ankara, Turki, 19 November 2025. (Reuters/Umit Bektas)
INDOZONE.ID - Perundingan damai antara Ukraina dan Rusia yang berlangsung di Jenewa, Swiss, berakhir secara tiba-tiba pada Rabu (18/2/2026) setelah hanya berjalan sekitar dua jam.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pembahasan hari sebelumnya berjalan "sulit" dan menuduh Rusia sengaja menunda-nunda negosiasi untuk mengulur waktu, bukannya mencari kesepakatan.
"Pertemuan kemarin memang sulit, dan kami dapat menyatakan bahwa Rusia mencoba menyeret negosiasi yang sebenarnya sudah bisa mencapai tahap akhir," tulis Zelensky di platform X, Rabu (18/2/2026).
Perundingan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) ini memasuki hari kedua di tengah tekanan besar dari Presiden AS Donald Trump.
Baca juga: Bos Meta Mark Zuckerberg Jalani Sidang Perdana Kasus Kecanduan Media Sosial Anak Muda
Beberapa hari terakhir, Trump berulang kali menyiratkan bahwa Ukraina-lah yang harus mengambil langkah lebih untuk memastikan perundingan sukses.
Dalam wawancara dengan situs Axios yang terbit Selasa (17/2/2026), Zelensky mengkritik sikap Trump.
Ia menilai "tidak adil" jika Trump terus-menerus mendesak Ukraina, bukan Rusia, untuk membuat konsesi.
Zelensky juga menegaskan bahwa rencana damai apa pun yang mengharuskan Ukraina menyerahkan wilayah yang belum direbut Rusia di kawasan Donbas timur, akan ditolak mentah-mentah oleh rakyatnya jika dimasukkan dalam referendum.
Baca juga: Ramadan di Gaza Dimulai di Tengah Kelangkaan Pangan dan Serangan Israel
"Saya harap ini hanya taktiknya, dan bukan keputusan akhir," ujar Zelensky menanggapi pernyataan Trump.
Sebelumnya, pada Senin (16/2/2026), Trump mengatakan kepada wartawan, "Ukraina sebaiknya segera datang ke meja perundingan. Hanya itu yang saya katakan."
Enam Jam Perundingan Tegang, Tak Ada Terobosan
Sumber dari kantor berita Rusia, RIA, mengutip sumber yang menyebut pembahasan pada hari Selasa berlangsung "sangat tegang" dan berlangsung selama enam jam dalam berbagai format bilateral dan trilateral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters