Mark Zuckerberg. (photo/REUTERS/Andreas Gebert)
INDOZONE.ID - Untuk pertama kalinya, bos Meta Platforms, Mark Zuckerberg, akan duduk di kursi saksi dalam persidangan di Amerika Serikat.
Ia diperiksa terkait dampak Instagram terhadap kesehatan mental pengguna muda.
Sidang yang berlangsung di Los Angeles, California, pada Rabu (18/2/2026) ini menjadi momen krusial dalam kasus kecanduan media sosial yang menjerat raksasa teknologi.
Meski Zuckerberg sudah pernah bersaksi di depan Kongres, persidangan dengan juri kali ini memiliki taruhannya jauh lebih besar.
Jika kalah, Meta harus membayar ganti rugi.
Baca juga: Ramadan di Gaza Dimulai di Tengah Kelangkaan Pangan dan Serangan Israel
Lebih dari itu, putusannya bisa meruntuhkan benteng hukum yang selama ini melindungi perusahaan teknologi besar dari tuntutan terkait bahaya yang dialami penggunanya.
Kasus ini bermula dari gugatan seorang wanita asal California.
Ia mengaku mulai menggunakan Instagram milik Meta dan YouTube milik Google sejak masih anak-anak.
Wanita tersebut menuduh kedua perusahaan sengaja mencari keuntungan dengan membuat anak-anak kecanduan layanan mereka, meskipun tahu media sosial bisa merusak kesehatan mental.
Aplikasi-aplikasi itu, menurut gugatannya, justru memperparah depresi dan memunculkan pikiran untuk bunuh diri.
Baca juga: Hamas Desak Board of Peace Hentikan Pembunuhan Israel di Gaza
Ia kini berupaya meminta pertanggungjawaban hukum perusahaan-perusahaan tersebut.
Baik Meta maupun Google membantah tuduhan itu. Mereka menegaskan telah menambahkan berbagai fitur untuk menjaga keamanan pengguna, termasuk anak-anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters