Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 08:44 WIB

Ramadan di Gaza Dimulai di Tengah Kelangkaan Pangan dan Serangan Israel

Author

Ramadan di Gaza Dimulai di Tengah Kelangkaan Pangan dan Serangan IsraelAnak-anak Palestina yang mengungsi belajar di dalam sebuah tenda dekat “garis kuning” yang ditetapkan Israel di Beit Lahiya, Jalur Gaza bagian utara, pada 6 Januari 2026. (Reuters/Mahmoud Issa)

INDOZONE.ID - Umat Islam di Palestina, khususnya di Jalur Gaza, memulai bulan suci Ramadan pada Rabu (18/2/2026) di tengah situasi yang memprihatinkan. 

Warga Gaza menghadapi kelangkaan pangan dan air bersih akibat pembatasan ketat bantuan serta serangan Israel yang masih terus berlanjut meski ada gencatan senjata.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak Oktober lalu, setidaknya 600 truk bantuan seharusnya masuk ke Gaza setiap hari. 

Namun kenyataannya, jumlah yang diizinkan masuk jauh lebih sedikit. 

Baca juga: Hamas Desak Board of Peace Hentikan Pembunuhan Israel di Gaza

Akibatnya, banyak keluarga mengatur jadwal puasa mereka berdasarkan jadwal distribusi bantuan, dan bergantung pada dapur umum untuk mendapatkan makanan.

Sejak gencatan senjata dimulai, lebih dari 600 warga Palestina tewas akibat serangan Israel yang terus terjadi hampir setiap hari. 

Kondisi ini memicu keprihatinan internasional, terutama saat umat Muslim memasuki bulan suci yang seharusnya penuh berkah dan kedamaian.

Sementara itu di Yerusalem Timur yang diduduki, ribuan jamaah memenuhi Masjid Al-Aqsa untuk melaksanakan salat tarawih. Polisi Israel terlihat berjaga di dalam kompleks masjid dan di antara para jamaah. 

Baca juga: AS dan Iran Kian Dekat ke Kesepakatan Nuklir Usai Perundingan di Jenewa

Otoritas Israel juga meningkatkan langkah-langkah keamanan, termasuk penangkapan dan larangan sementara bagi tokoh agama dan aktivis. 

Lebih dari 250 orang dilarang memasuki Al-Aqsa sejak awal tahun 2026.

Di sejumlah negara lain, awal Ramadan bervariasi. Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Palestina, Sudan, Somalia, dan Djibouti memulai puasa pada Rabu. Sementara Mesir, Yordania, Suriah, Indonesia, Pakistan, Iran, Tunisia, dan Malaysia akan memulai Ramadan pada Kamis (19/2/2026) karena perbedaan metode penentuan hilal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Aljazeera.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ramadan di Gaza Dimulai di Tengah Kelangkaan Pangan dan Serangan Israel

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!