Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 06:50 WIB

Israel Resmi Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Sidang Perdana Bahas Rekonstruksi Gaza

Author

ILustrasi Israel bergabung dengan Board of Peace (freepik). 

INDOZONE.ID - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan negaranya resmi bergabung ke dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Keputusan ini diambil di tengah kunjungan Netanyahu ke Washington yang juga menjadi momen pertemuan dengan Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Bukti keanggotaan itu bahkan sudah di atas kertas. Dalam dokumentasi yang dirilis usai pertemuan Netanyahu-Rubio, tampak jelas sebuah dokumen dengan tanda tangan Netanyahu untuk aksesi Israel ke dalam dewan tersebut. 

Di media sosial X, Netanyahu pun mengonfirmasi: "Saya telah menandatangani aksesi Israel sebagai anggota 'Board of Peace'."

Baca juga: Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca-Revolusi Gen Z, 128 Juta Warga Tentukan Nasib

Sidang Perdana Bahas Rekonstruksi Gaza

Dewan ini pertama kali diluncurkan Trump pada akhir Januari. 

Rencananya, sidang perdana akan digelar di Washington pada 19 Februari mendatang dengan agenda utama rekonstruksi Gaza. 

Mandat dewan ini sejatinya sudah disahkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB pada November tahun lalu, yang juga menjadi dasar pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza.

Awalnya, cakupan tugas dewan hanya seputar pengawasan pemerintahan sementara Gaza. 

Namun Trump kemudian memperluas misinya untuk menangani konflik-konflik global lainnya dengan dirinya sendiri sebagai ketua.

Baca juga: Jalan-Jalan Tua di Inggris Sebabkan Kerugian Ekonomi Miliaran Poundsterling

Banyak Sekutu AS Ogah Gabung

Meski beberapa sekutu AS di Timur Tengah dilaporkan sudah bergabung, tak sedikit pula sekutu tradisional Washington yang memilih menjauh. 

Keengganan ini dinilai wajar. Banyak pengamat dan pakar hak asasi manusia mengecam konsep dewan yang dipimpin Trump untuk mengawasi urusan wilayah asing sebagai "struktur yang mengingatkan pada kolonialisme."

Kritik makin tajam dengan masuknya Israel ke dalam dewan, sementara tidak ada satu pun perwakilan Palestina di dalamnya. 

Baca juga: Api dalam Sekam di Balik Gempita Peringatan 47 Tahun Revolusi Iran

Para ahli juga khawatir keberadaan Board of Peace justru akan melemahkan otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Genosida Versus Bela Diri

Keanggotaan Israel ini diumumkan di tengah gencatan senjata rapuh yang mulai berlaku sejak Oktober. 

Kesepakatan itu sendiri merupakan bagian dari rencana perdamaian Trump yang ditandatangani Israel dan Hamas. 

Namun pelanggaran terus terjadi. Setidaknya 580 warga Palestina dan empat tentara Israel dilaporkan tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Guncang Kota Kecil Kanada: Pelaku Tewaskan 8 Orang Termasuk Ibu dan Adik Tiri

Agresi Israel di Gaza sejak 2023 telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, memicu krisis kelaparan, dan membuat seluruh populasi Gaza terusir secara internal. 

Berbagai pakar HAM, akademisi, bahkan penyelidik PBB menyebut situasi itu telah memenuhi unsur genosida. 

Israel membantah dan bersikeras tindakannya adalah bela diri, sebagai respons atas serangan Hamas yang menewaskan 1.200 warganya dan menyandera 250 orang pada akhir 2023.

Tahap selanjutnya dari rencana Trump menuntut penyelesaian isu-isu pelik: pelucutan senjata Hamas yang selama ini ditolak mentah-mentah kelompok tersebut, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, hingga pengerahan pasukan penjaga perdamaian internasional. 

Baca juga: Iran Tegas ke AS: Program Rudal Bukan Bahan Negosiasi

Sebuah pekerjaan rumah raksasa yang kini ikut dibawa masuk Israel ke dalam "dewan perdamaian"-nya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU