Ilustrasi kondisi jalan di Inggris (freepik).
INDOZONE.ID - Jalan raya Inggris yang sebagian besar dibangun era 1960-an dan 1970-an kini mencapai akhir masa pakainya.
Koresponden BBC, Alex Forsyth, melaporkan National Highways memprediksi peningkatan signifikan pekerjaan jalan.
Nicola Bell, direktur eksekutif badan pengelola jalan tol Inggris, menegaskan investasi yang tertunda puluhan tahun kini harus dibayar.
Pengemudi HGV Brett Baines merasakan proyek perbaikan 'seperti tidak pernah selesai—berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun'.
Baca juga: Iran Tegas ke AS: Program Rudal Bukan Bahan Negosiasi
Data Departemen Perhubungan mencatat: sepanjang 2022-2023, sebanyak 2,2 juta pekerjaan jalan di Inggris menimbulkan kerugian ekonomi £4 miliar akibat gangguan perjalanan.
Angela Collinge, pemilik toko hewan Amber Pets di Rochdale, kehilangan pelanggan karena kemacetan 'mengerikan setiap pagi'.
Utilitas sedang ditingkatkan, tapi koordinasi buruk membuat proyek sambung-menyambung tanpa jeda.
Sumber frustrasi terbesar adalah immediate permit—izin yang memungkinkan perusahaan utilitas bekerja darurat dan hanya memberi tahu dewan enam jam kerja setelahnya.
Baca juga: Iran Bakal Hancurkan Pangkalan AS di Teluk Persia jika Diserang Duluan
Laporan Komite Transportasi House of Commons mengungkap, hampir sepertiga pekerjaan jalan di Inggris pada 2023-24 menggunakan izin ini.
Sebuah dewan bahkan melaporkan alasan 'darurat': saluran telepon berisik, padahal sudah diketahui berminggu-minggu.
Nick Adams-King dari Dewan Hampshire menyesalkan celah ini. Denda yang baru dinaikkan jadi £240 per pelanggaran belum cukup membuat jera.
Baca juga: Jejak Unggahan Serangan Rasis Donald Trump terhadap Barack Obama Berbuntut Panjang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC