Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 14:49 WIB

Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca-Revolusi Gen Z, 128 Juta Warga Tentukan Nasib

Author

Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca-Revolusi Gen Z, 128 Juta Warga Tentukan NasibPenduduk Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

INDOZONE.ID - Bangladesh menggelar pemilihan umum pada Kamis (12/2/2026) yang disebut sebagai Reuters sebagai 'pemilu bersejarah'—yang pertama sejak penggulingan Perdana Menteri Sheikh Hasina dalam revolusi yang digerakkan Generasi Z pada 2024. 

Sebanyak 128 juta pemilih terdaftar, 49% di antaranya perempuan, berhak memilih 300 kursi parlemen. 

Ini juga pemilu pertama di dunia pasca-revolusi yang dipimpin anak muda di bawah 30 tahun, disusul Nepal bulan depan. 

Partai Awami League pimpinan Hasina dilarang bertarung, dan mantan penguasa yang kini eksil di India itu tidak bisa ikut serta.

Baca juga: Jalan-Jalan Tua di Inggris Sebabkan Kerugian Ekonomi Miliaran Poundsterling

Dua Koalisi Eks-Sekutu Bersaing, 2.000 Kandidat Rebutkan Kursi

Persaingan utama terjadi antara koalisi pimpinan Bangladesh Nationalist Party (BNP) dan Jamaat-e-Islami—dua kekuatan yang dulunya pernah bersekutu. 

Survei opini menunjukkan keunggulan tipis BNP. Lebih dari 2.000 kandidat, termasuk independen, ikut serta dalam kontestasi yang melibatkan minimal 50 partai—rekor nasional. 

Tarique Rahman dari BNP dan Shafiqur Rahman dari Jamaat menjadi kandidat perdana menteri. 

Satu daerah pemilihan menunda pencoblosan karena calonnya meninggal dunia.

Baca juga: Api dalam Sekam di Balik Gempita Peringatan 47 Tahun Revolusi Iran

Referendum Perubahan Konstitusi: Pembatasan Kekuasaan hingga Kursi Perempuan

Bersamaan dengan pemilu, digelar referendum paket reformasi konstitusi yang meliputi: pembentukan pemerintahan sementara netral saat pemilu, parlemen bikameral, peningkatan kuota perempuan, penguatan independensi yudisial, dan pembatasan masa jabatan perdana menteri maksimal dua periode. 

Nobelis Muhammad Yunus, kepala pemerintahan transisi, menyebut pemilu ini sebagai 'ekspresi konstitusional dari kebangkitan rakyat' melawan ketimpangan dan ketidakadilan.

Tantangan Besar: Korupsi, Inflasi, dan Legitimasi Hasil

Korupsi dan inflasi menjadi isu utama pemilih. Namun tantangan terbesar adalah meyakinkan publik bahwa pemilu bersih. 

Baca juga: Tragedi Penembakan Guncang Kota Kecil Kanada: Pelaku Tewaskan 8 Orang Termasuk Ibu dan Adik Tiri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca-Revolusi Gen Z, 128 Juta Warga Tentukan Nasib

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!