Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 07 MEI 2025 • 12:45 WIB

Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Baru Pasca Gempa

Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Baru Pasca GempaSeorang pria mengendarai sepeda motornya melewati patung Buddha yang rusak dan dikelilingi puing-puing di Inwa, pinggiran Mandalay, setelah gempa dahsyat pada 28 Maret, pada 12 April 2025.

INDOZONE.ID - Pemerintah militer Myanmar kembali mengumumkan gencatan senjata usai gempa, pada Selasa (6/5), sebagai respons atas bencana besar yang mengguncang negara tersebut.

Langkah ini dilakukan hanya beberapa hari setelah berakhirnya jeda kemanusiaan sebelumnya, yang sempat menuai kritik karena junta tetap melakukan serangan udara meski menyatakan damai.

Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan dekat Mandalay pada 28 Maret telah menewaskan hampir 3.800 orang dan membuat puluhan ribu kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga: Lebih dari 200 Tewas dalam 243 Serangan Militer Myanmar Pasca Gempa, PBB Kecam Keras

Dengan musim hujan yang semakin mendekat, kebutuhan akan stabilitas dan bantuan kemanusiaan Myanmar saat gencatan senjata menjadi semakin mendesak.

Meski sebelumnya telah diumumkan gencatan senjata kemanusiaan, beberapa kelompok pemantau internasional, termasuk Centre for Information Resilience yang berbasis di Inggris, melaporkan bahwa masih terjadi 65 kali serangan udara dari pihak militer, termasuk di wilayah yang terdampak gempa.

Dalam pernyataan terbarunya, pihak junta menyebutkan bahwa Myanmar umumkan gencatan senjata setelah gempa untuk mendukung proses pemulihan Myanmar pasca gempa, yang akan berlangsung hingga akhir Mei.

Baca Juga: 5 Hari Terkubur, Seorang Pria Ditemukan Selamat di Reruntuhan Gempa Myanmar

Namun, pihak militer menegaskan bahwa mereka akan tetap merespons setiap serangan dari kelompok bersenjata etnis dan pasukan oposisi anti-kudeta.

"Kami harus melindungi kota dan nyawa warga dengan menggunakan kekuatan udara jika diperlukan," ujar seorang pejabat militer di negara bagian Karen kepada media setempat secara anonim.

"Kami prihatin karena warga harus mengungsi dari rumah mereka akibat konflik," tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa masyarakat tahu siapa yang sebenarnya mengancam keselamatan mereka.

Meski demikian, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa konflik di Myanmar usai gempa belum sepenuhnya mereda. Beberapa kelompok oposisi memang telah menyatakan komitmen terhadap gencatan senjata, namun sejumlah laporan dari wilayah konflik menunjukkan bahwa pertempuran masih berlangsung.

Seorang anggota milisi pro-junta di Karen menyebutkan bahwa sebenarnya ada peluang untuk mencapai kesepakatan damai demi rakyat. Namun, tekanan dari kelompok pejuang pro-demokrasi untuk terus melakukan perlawanan cukup kuat.

"Tekanan itu sangat besar. Sulit bagi kami untuk menolaknya," ujar sumber tersebut yang tak ingin disebutkan namanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nypost.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Baru Pasca Gempa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!