Kepulauan Senkaku yang jadi sengketa China dan Jepang.
INDOZONE.ID - Ketegangan Jepang dan China karena sengketa pulau kembali meningkat setelah sebuah helikopter milik Penjaga Pantai China dilaporkan melanggar wilayah udara Jepang pada Sabtu (3/5/2025).
Insiden ini menjadi sorotan utama dalam berita helikopter China langgar wilayah udara Jepang, dan disebut sebagai salah satu pelanggaran paling serius dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut pernyataan dari Kementerian Pertahanan Jepang, helikopter tersebut terbang selama sekitar 15 menit di atas wilayah udara dekat Kepulauan Senkaku.
Baca Juga: Setelah 6 Bulan di Luar Angkasa, Kru Astronot China Shenzhou-19 Akhirnya Mendarat
Pulau-pulau ini merupakan objek sengketa pulau Jepang-China, di mana China menyebutnya sebagai Kepulauan Diaoyu, sementara Jepang mengklaim dan mengelola wilayah tersebut secara administratif.
Peristiwa ini langsung memicu respons cepat dari Pasukan Bela Diri Jepang, yang menerbangkan jet tempur untuk mengantisipasi kemungkinan ancaman.
Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri telah mengajukan protes keras kepada Duta Besar China di Tokyo.
Protes tersebut mencakup dua hal, yakni pelanggaran wilayah perairan oleh empat kapal Penjaga Pantai China, dan yang paling menonjol, pelanggaran udara Jepang oleh helikopter China.
Menurut media lokal seperti NHK, ini merupakan pertama kalinya sebuah helikopter pemerintah China secara terang-terangan masuk ke wilayah udara di atas pulau sengketa tersebut.
Hal ini memperkuat posisi Jepang dalam menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk helikopter China langgar wilayah udara Jepang.
Di sisi lain, China menyatakan bahwa helikopternya digunakan untuk mengusir pesawat sipil Jepang yang dianggap memasuki wilayah udara mereka secara ilegal.
Namun, pihak Jepang belum memberikan konfirmasi atas klaim tersebut, dan menyebut pernyataan itu sebagai bentuk manipulasi fakta yang kerap dilakukan pihak Beijing.
Helikopter China langgar wilayah udara Jepang menjadi perhatian publik internasional karena memperburuk hubungan kedua negara yang memang sudah renggang akibat konflik wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nypost.com