INDOZONE.ID - Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali menyuarakan seruan kepada kelompok Hamas untuk melepaskan kendali atas jalur Gaza dan menyerahkan seluruh senjata kepada Otoritas Palestina.
Seruan Mahmoud Abbas agar Hamas lepaskan kontrol Gaza ini disampaikan dalam pertemuan pimpinan di Ramallah, yang juga menjadi momen penting di mana Abbas diperkirakan akan menunjuk penerusnya.
"Hamas harus menyerahkan tanggung jawab atas Gaza dan senjata-senjatanya kepada Otoritas Palestina, serta bertransformasi menjadi partai politik," ujar Mahmoud Abbas dalam pidatonya, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (24/4/2025).
Baca Juga: Israel Kembali Serang Gaza Lewat Jalur Udara, Tewaskan 92 Orang dalam Dua Hari
Pernyataan ini mempertegas posisi Abbas yang sejak lama menyerukan agar Hamas menghentikan kegiatan bersenjata dan mendukung jalur politik.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk merespons keraguan komunitas internasional terkait masa depan Otoritas Palestina.
Seruan Mahmoud Abbas minta Hamas lepas senjata dan kekuasaan Gaza juga muncul di tengah situasi genting pasca serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang dijadikan alasan oleh Israel untuk melancarkan serangan militer besar-besaran ke Gaza.
Abbas menilai bahwa konflik Abbas-Hamas soal penyerahan senjata Gaza menjadi penghalang utama dalam mencapai stabilitas dan perdamaian di kawasan.
Ia juga menekankan pentingnya tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan perang di Gaza, menarik pasukan dari wilayah tersebut, dan menghentikan pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina.
Presiden Abbas juga menyampaikan bahwa tidak akan ada perdamaian selama rakyat Palestina belum merdeka dan mendirikan negara sendiri di atas wilayah yang berbatasan seperti sebelum perang tahun 1967.
Baca Juga: Ribuan Pilot Tempur Israel Isi Petisi Tolak Perang di Gaza, Netanyahu Dukung Pemecatan
Dalam konteks ini, Abbas tuntut Hamas serahkan senjata dan pemerintahan di Gaza menjadi bagian dari strategi lebih besar untuk menyatukan pemerintahan Palestina di bawah satu otoritas yang sah.
Hamas hingga kini belum memberikan komentar atas desakan tersebut. Namun, dalam berbagai kesempatan sebelumnya, kelompok ini menuduh Abbas menekan kelompok-kelompok bersenjata di Tepi Barat dan menolak pendekatannya terhadap Israel.
Meski demikian, tekanan politik internasional dan konflik berkepanjangan mendorong berbagai pihak untuk mendorong rekonsiliasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com