INDOZONE.ID - Kyiv (Ibu Kota Ukraina), Amerika Serikat (AS), dan Korea Selatan (Korsel), menuduh Korea Utara (Korut) telah membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Ukraina menyatakan telah menangkap dua tentara yang diduga dari Korut di Kursk, Rusia, Kamis 9 Januari 2025. Mereka diketahui dalam keadaan terluka.
Anak muda dan anggota lembaga berpartisipasi dalam pendaftaran militer Korea Utara
Nah, pernyataan Ukraina itu didukung Badan Intelijen Nasional Korsel (NIS), pada Minggu 12 Januari 2025.
INDOZONE akan membeberkan beberapa fakta terkait kabar penangkapan dua tentara yang diduga dari Korut ini, kepada kamu.
Menurut pernyataan resmi NIS, militer Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara pada 9 Januari 2025 di medan perang Kursk.
Sebelumnya, Dinas Intelijen Ukraina (SBU) merilis video yang menunjukkan kedua tentara itu berada di ranjang rumah sakit.
Salah satu dari mereka terlihat dengan tangan terbalut dan lainnya memiliki rahang yang diperban.
Dokter di pusat penahanan mengungkapkan, bahwa salah satu tentara juga mengalami patah kaki.
Selama interogasi, tentara tersebut mengaku awalnya percaya bahwa mereka dikirim ke Rusia untuk pelatihan militer. Lalu, mereka akhirnya menyadari, bahwa dikerahkan untuk bertempur.
Namun, Kyiv belum memberikan bukti langsung, bahwa kedua tentara itu adalah warga Korea Utara.
Sementara itu, AFP tidak dapat secara independen memverifikasi identitas mereka.
Baca Juga: Ukraina Klaim Telah Melukai Puluhan Tentara Korea Utara di Wilayah Rusia
Konfirmasi dari Korea Selatan memperkuat klaim Ukraina. NIS menyebutkan, bahwa salah satu tentara yang ditangkap mengungkapkan menerima pelatihan militer dari pasukan Rusia setelah tiba pada November, selama interogasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Channelnewsasia.com