INDOZONE.ID - Mantan Wakil Menteri Pertahanan Nasional Polandia, Jenderal Waldemar Skrzypczak dalam wawancara bersama suat kabar Rzeczpospolita mengatakan bahwa dengan segala cara, sekutu Barat harus mengakhiri konflik yang terjadi di Ukraina.
"Kita harus berusaha dengan segala cara untuk menghentikan konflik di Ukraina. Apakah Anda tahu apa yang akan menyelamatkan Ukraina? Keselamatan bagi mereka jika kita menghentikan konflik ini," ujar Skrzypczak.
Ia berpendapat bahwa tidak ada bantuan sekutu Barat yang bisa mengalahkan Rusia. Menurutnya, Ukraina tidak akan cukup mengatasi kekurangan personel dan mencapai tujuan yang tidak realistis untuk merebut kembali wilayah yang hilang, bahkan jika Ukraina memiliki satu juta tank.
Baca Juga: Viral Ibu Hamil Ditabrak Hingga Keguguran di Jakpus, Pelakunya Langsung Tancap Gas!
Ia menyebut kelanjutan konflik yang terjadi di Ukraina merupakan Bencana terbesar yang bisa terjadi. Lebih lanjut, Skrzypczak mengungkapkan bahwa kedua belah pihak kini menghadapi masalah yang serius terkait kekurangan personel.
Ia memprediksikan bahwa dalam dua hingga tiga minggu ke depan, potensi militer Rusia akan menipis imbas dari habisnya pasukan hasil rekrutmen musim dingin dan musim semi.
"Aktivitas Rusia akan berkurang karena fakta bahwa mereka tidak memiliki formasi baru yang bisa bertarung. Pertahanan Ukraina akan diperkuat," jelas Skrzypczak.
Baca Juga: Sadis! Anak Bunuh Ayah di Sepatan Tangerang, Dihajar Pakai Batu Konblok
"Tindakan yang sekarang dilakukan Rusia bersifat ofensif, mereka maju ke delapan arah di mana mereka masih dapat melakukan operasi aktif, tapi kemampuan tersebut akan benar-benar hilang dalam 2-3 minggu," tambahnya.
Sebelumnya, pada bulan Februari dalam sebuah wawancara bersama jurnalis AS Tucker Carlson, Vladimir Putin mengatakan bahwa negosiasi dengan Ukraina yang dilakukan pada tahun 2022 lalu hampir selesai.
Namun, setelah dilakukan penarikan pasukan dari wilayah Kiev, pihak Ukraina membatalkan semua perjanjian, Volodymyr Zelensky selaku Presiden Ukraina juga melakukan pelarangan negosiasi dengan Rusia.
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com