Gerai Starbucks (REUTERS/ Mike Blake)
INDOZONE.ID - AlShaya Group, pemegang lisensi resmi Starbucks di Timur Tengah, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari 2.000 karyawan.
Keputusan tersebut diambil karena imbas dari pemboikotan masyarakat akibat adanya kabar bahwa Starbuks pro Israel yang sampai saat ini menyerang Gaza.
Proses PHK terhadap 4 persen dari total 50 ribu pegawai dan sebagaian besar total tersebut merupakan wilayah timur tengah dan afrika utara.
Baca Juga: Indonesia Catat Rekor Penurunan Angka Pernikahan Terendah dalam Satu Dekade Terakhir
Pada saat dikonfirmasi, pihak AlShaya memberikan konfirmasinya “Sebagai hasil dari kondisi perdagangan yang terus-menerus menantang selama enam bulan terakhir, kami telah mengambil keputusan yang sedih dan sangat sulit untuk mengurangi jumlah rekan kerja di toko-toko Starbucks kami.” Sebut AlShaya, dikutip dari Reuters pada Rabu (06/03/24)
Dalam pernyataan lain, AlShaya menyatakan dukungannya untuk rekan-rekan yang terdampak dan tetap berkomitmen membantu di wilayah operasional.
“Pikiran kami tertuju pada mitra green apron yang akan terdampak, dan kami ingin berterima kasih atas kontribusi mereka. Starbucks tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan AlShaya untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang di wilayah penting ini,” tambahnya, dilansir dari Reuters (06/03/24)
Selain starbuks, merek-merek barat telah terkena dampak pemboikotan yang Sebagian besar terjadi secara spontan atas serangan militer Israel terhadap daerah Gaza.
Writer: Ananda Fachreza Lubis
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters