Tentara Israel di Jalur Gaza, Palestina.
INDOZONE.ID - Konflik antara Israel dan Hamas adalah salah satu konflik yang paling kompleks dan berkelanjutan di dunia. Keputusan PBB untuk membagi Palestina pada tahun 1947 menjadi negara Yahudi dan negara Arab yang terpisah menandai titik balik dalam konflik Israel-Palestina.
Pemisahan ini diterima oleh pemimpin Yahudi, tetapi ditolak oleh pemimpin Arab. Akibatnya, terjadi perang besar antara pasukan Yahudi dan pasukan Arab.
Pada 7 Oktober lalu, Juru Bicara Hamas, Khaled Qadomi, mengungkapkan alasan Hamas menyerang Israel adalah sebagai bentuk respons atas kekejaman yang telah dirasakan rakyat Palestina beberapa tahun ke belakang.
Untuk memahami asal usul konflik ini, mari kita tinjau kronologinya sejak awal terjadinya. Berikut kronologi terjadinya konflik antara Israel dan Hamas:
Pada tahun 1948, negara Israel diakui sebagai entitas negara yang independen, yang menghasilkan perang antara Israel dan negara-negara Arab sekitarnya.
Perang ini, yang dikenal sebagai Perang Kemerdekaan Israel atau Perang Arab-Israel 1948, berperan penting dalam membentuk konflik yang berlanjut dengan Palestina.
Pada tahun 1967, selama Perang Enam Hari, Israel menduduki Wilayah Tepi Barat, Jalur Gaza, Yerusalem Timur, dan Dataran Tinggi Golan.
Hal ini memperparah ketegangan di wilayah tersebut dan mengakibatkan perlawanan terhadap pendudukan Israel.
Baca Juga: Israel Klaim Kepung Gaza, AS Bakal Lindungi Tentaranya dan IDF dari Ancaman Iran
Ilustrasi aksi bela Palestina.
Hamas, atau Harakat al-Muqawamah al-Islamiyyah (Gerakan Perlawanan Islam), didirikan pada tahun 1987 selama intifada pertama di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Awalnya, Hamas muncul sebagai gerakan perlawanan melawan pendudukan Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators