Ilustrasi rudal iran. (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)
INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya tidak akan menyerah dari tekanan atau ancaman. Pernyataan itu dikeluarkan di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Selain itu, Menlu Araghchi juga mengatakan, bahwa tidak ada solusi militer untuk masalah yang melibatkan pihak Teheran.
Menlu Iran, Seyed Abbas Araghchi. (Instagram/@araghchi)
Menlu Araghchi mengutarakan itu dalam pertemuan menteri luar negeri (menlu) BRICS 2026 yang mengusung tema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability” di New Delhi, India, pada Kamis 14 Mei 2026.
Pertemuan BRICS 2026 ini turut diikuti oleh Brasi, Rusia, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab (UEA), Iran, Indonesia, dan tuan rumah India.
Baca juga: Dubes Sebut Donald Trump Lakukan Miskalkulasi Besar dengan Serang Iran
Menurut laporan Kantor Berita Fars, dalam pertemuan itu, Menlu Araghchi juga menjelaskan bahwa Iran sudah dua kali jadi sasaran agresi AS-Israel dalam kurun waktu kurang dari setahun.
"Sekarang harus jelas bagi semua orang bahwa Iran tidak terkalahkan dan setiap kali berada di bawah tekanan, Iran muncul lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya," kata Araghchi.
Tak lupa, Menlu Araghchi menegaskan siap membela kebebasan, kedaulatan, dan integritas wilayahnya dengan kekuatan penuh. Akan tetapi, ia menegaskan, bahwa Iran tetap berkomitmen penuh pada diplomasi.
"Seperti yang telah berulang kali saya tekankan, tidak ada solusi militer untuk masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran. Kami, rakyat Iran, tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman apa pun, tetapi kami akan merespons dengan hormat," ucapnya.
Menlu Araghchi menyatakan Iran bukanlah agresor, melainkan pencinta damai yang tidak ingin perang. Karena merupakan pihak yang dirugikan, Iran siap merespons dengan maksimal dengan menghancurkan agresor asing.
"Dalam situasi yang memalukan ini, kami bukanlah agresor, melainkan pihak yang dirugikan dan haknya dilanggar," ujar Araghchi.
Perang antara AS-Israel dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Teheran.
Baca juga: Tegas, Iran Larang Senjata AS Dikirim via Selat Hormuz
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara