INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan harapannya agar hubungan antara Amerika Serikat dan China bisa menjadi “lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya” menjelang hari kedua pembicaraannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, Jumat (15/5/2026).
Pertemuan kedua pemimpin negara itu menjadi perhatian internasional karena berlangsung di tengah ketegangan geopolitik, perang dagang, hingga isu Taiwan yang kembali memanas. Meski demikian, kedua pihak tetap menunjukkan upaya menjaga hubungan bilateral agar tidak semakin memburuk.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Xi memberikan ucapan selamat atas sejumlah pencapaian Amerika Serikat, mulai dari hubungan dengan Venezuela, kondisi pasar tenaga kerja, hingga kekuatan militer AS.
Baca juga: Donald Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Buka
Trump juga menyinggung pernyataan Xi yang menyebut Amerika sempat menjadi negara yang mengalami kemunduran pada masa pemerintahan sebelumnya di bawah mantan Presiden Joe Biden. Namun Trump mengaku sepakat dengan pandangan tersebut.
“Dua tahun lalu, Amerika memang sedang mengalami kemunduran. Saya sepakat dengan Presiden Xi soal itu,” tulis Trump.
Ia kemudian menambahkan bahwa saat ini Amerika Serikat kembali berada dalam posisi yang sangat kuat di dunia dan berharap hubungan Washington-Beijing dapat berkembang lebih positif ke depan.
Baca juga: Dubes Sebut Donald Trump Lakukan Miskalkulasi Besar dengan Serang Iran
Kunjungan Trump ke China ini menjadi lawatan pertama presiden Amerika ke Negeri Tirai Bambu sejak kunjungannya pada 2017 di masa jabatan pertamanya. Pertemuan kali ini juga menjadi momentum penting menjelang pemilu paruh waktu di AS, ketika tingkat popularitas Trump disebut sedang mengalami tekanan.
Agenda dua hari tersebut diisi dengan berbagai acara kenegaraan, pembicaraan bisnis, hingga diskusi mengenai perdagangan dan keamanan kawasan.
Kedua pemimpin dijadwalkan menggelar jamuan teh dan makan siang sebelum Trump kembali ke Amerika Serikat. Fokus utama pembicaraan mereka adalah menjaga gencatan perang dagang yang sebelumnya dicapai dalam pertemuan Oktober lalu.
Saat itu, Trump sempat menangguhkan tarif tinggi terhadap barang-barang China, sementara Xi mengurangi pembatasan ekspor mineral tanah jarang yang sangat penting bagi industri global.
Xi Jinping menyebut pembahasan perdagangan antara kedua negara telah menghasilkan perkembangan yang “seimbang dan positif”, meskipun tidak menjelaskan detail hasil perundingan tersebut.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan masih belum diputuskan apakah kesepakatan dagang sementara itu akan diperpanjang setelah masa berlakunya habis akhir tahun nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters