Presiden AS, Donald Trump. (REUTERS/Kevin Lamarque)
INDOZONE.ID - Donald Trump mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat sedang mencari cara untuk merebut industri minyak Iran.
Presiden AS itu beranggapan bahwa waktu lebih lama diperlukan untuk perang.
"Sedikit waktu lagi, kita bisa dengan mudah MEMBUKA SELAT HORMUZ, AMBIL MINYAKNYA, & HASILKAN BANYAK UANG," tulis Trump dalam unggahan media sosial, Jumat (3/4/2026).
"Ini akan menjadi 'SUMBER KEKAYAAN' bagi dunia???"
Baca juga: Kuba Bebaskan 2.010 Narapidana di Tengah Tekanan AS, Termasuk Warga Asing dan Lansia
Tidak jelas bagaimana AS akan membuka Selat Hormuz, yang secara efektif diblokade Iran di awal konflik.
Trump telah berjanji selama berminggu-minggu bahwa AS akan segera membuka selat tersebut.
Sebulan lalu, ia mengatakan kapal angkatan laut AS akan mengawal kapal minyak melalui jalur perairan strategis itu.
Namun militer AS mengatakan "belum siap" untuk mengawal kapal yang bergerak lambat di selat sempit, di mana kapal mereka bisa menjadi sasaran mudah bagi drone dan rudal Iran.
Baca juga: Pemimpin Militer Burkina Faso: Demokrasi Membunuh, Rakyat Harus Lupakan Sistem Itu
Pernyataan Trump bahwa AS akan "mengambil" minyak Iran menandai eskalasi dalam retorikanya.
Ia kemudian tampaknya menegaskan kembali seruannya, menulis "SIMPAN MINYAKNYA, ADA YANG MAU?"
Di bawah doktrin hukum internasional tentang Kedaulatan Permanen atas Sumber Daya Alam, yang diadopsi Majelis Umum PBB pada 1962, minyak dan mineral adalah milik negara tempat mereka berada.
Trump terus-menerus menyerukan "pengambilan minyak" di negara-negara di mana AS terlibat militer, termasuk Irak dan Venezuela.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera