Ilustrasi penembakan.(freepik)
INDOZONE.ID - Sedikitnya 43 orang tewas dalam serangan oleh kelompok pemberontak yang terkait dengan ISIL/ISIS di timur laut Republik Demokratik Kongo (DRC).
Serangan terjadi di Bafwakoa, wilayah Mambasa, Provinsi Ituri, pada Rabu (1/4/2026).
Juru bicara militer regional, Letnan Jules Tshikudi Ngongo, mengonfirmasi korban jiwa pada Kamis (2/4/2026). Selain korban tewas, 44 rumah juga dibakar dalam serangan tersebut.
Baca juga: Rusia Kirim Kapal Kedua ke Kuba untuk Tembus Blokade Minyak AS
Otoritas setempat menuding kelompok Allied Democratic Forces (ADF) sebagai pelaku.
Kelompok ini dipimpin oleh mantan pemberontak Uganda dan telah menyatakan setia kepada ISIL.
Korban tewas berasal dari kalangan warga sipil. Kepala wilayah Mambasa, Baptiste Munyapandi, mengatakan operasi pencarian masih berlangsung dan jumlah korban bisa bertambah.
Seorang pejabat adat setempat, Christian Alimasi, menggambarkan kekejaman serangan tersebut. Rumah-rumah dibakar, beberapa korban dibantai dengan parang, sementara yang lain terbakar di dalam rumah mereka. Dua orang juga dilaporkan diculik.
Baca juga: NASA Siap Gelontorkan 20 Miliar Dolar Bangun Pangkalan di Bulan, Batal Bangun Stasiun Luar Angkasa
Serangan ADF terhadap warga sipil meningkat dalam beberapa bulan terakhir di wilayah Ituri dan Provinsi Kivu Utara.
Hal ini terjadi meskipun telah ada operasi militer bersama Kongo-Uganda yang diluncurkan pada 2021 untuk melawan kelompok tersebut.
Juru bicara militer Kongo menjelaskan bahwa ADF menghindari kontak langsung dengan tentara dan semua mitranya.
"Itu sebabnya mereka menyerang penduduk sebagai cara menyabotase upaya perdamaian dan tindakan balas dendam terhadap rakyat kita," ujarnya.
Baca juga: UU Israel yang Permudah Vonis Mati Tahanan Palestina Disahkan, Indonesia Gusar!
Data dari Insecurity Insight, organisasi penelitian yang menganalisis insiden kekerasan terhadap warga sipil, menunjukkan bahwa ADF menyumbang sekitar seperempat dari kekerasan yang dilaporkan terhadap warga sipil di Kongo timur antara 2020 dan 2025.
Tahun lalu, ADF menewaskan 66 orang dan menculik beberapa lainnya di wilayah tetangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera