Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 09:12 WIB

Perusahaan Cina Akan Produksi Lithium dari Tambang Sengketa dengan Cadangan Terbesar di Kongo

Author

Perusahaan Cina Akan Produksi Lithium dari Tambang Sengketa dengan Cadangan Terbesar di KongoIlustrasi tambang (freepik). 

INDOZONE.ID - Zijin Mining, perusahaan tambang raksasa asal Cina, akan memulai produksi lithium perdana di Republik Demokratik Kongo pada Juni 2026 dari deposit Manono yang tengah menjadi sengketa internasional. 

Langkah ini sekaligus menandai tonggak sejarah sebagai produksi lithium pertama di Kongo dan memperkuat dominasi Beijing dalam penguasaan mineral kritis di Afrika. 

Perusahaan patungan Manono Lithium—yang sahamnya 61% dikuasai Zijin, sisanya oleh perusahaan tambang negara Cominiere dan pemerintah Kongo—akan langsung mengekspor seluruh hasil produksi tahap pertama.

Baca juga: AS Ingin Wajah Baru NATO: Jadi Kemitraan Setara, Tanpa Ketergantungan pada Amerika

Sengketa Hukum yang Membayangi

Deposit Manono, yang merupakan salah satu cadangan lithium hard-rock terbesar yang belum dikembangkan di dunia, menjadi pusat arbitrase internasional setelah pemerintah Kongo mencabut izin perusahaan Australia, AVZ Minerals. 

AVZ sebelumnya memegang hak eksplorasi di wilayah tersebut, namun kemudian dialihkan ke Manono Lithium. 

Sumber yang dekat dengan AVZ menyebutkan bahwa aktivitas peledakan telah berlangsung di dekat area tempat AVZ masih mempertahankan stafnya, menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan prosedur. 

AVZ sendiri menolak berkomentar, sementara Zijin dan Cominiere menegaskan bahwa proses arbitrase tidak memengaruhi jadwal operasi yang tetap berjalan sesuai hukum yang berlaku.

Baca juga: Sambut Ramadan, Baznas SBB dan Dompet Dhuafa Maluku Perkuat Kolaborasi: Santuni 100 Dhuafa dan Galang Dana Kemanusiaan

Strategi Pragmatis Cina di Tengah Tekanan Harga

Alpha Monga Mwidia, Direktur Utama Cominiere, dalam konferensi Mining Indaba di Cape Town mengonfirmasi bahwa seluruh pendanaan proyek senilai sekitar 1 miliar dolar AS ditanggung Zijin, sementara Cominiere akan menerima pendapatan sesuai porsinya. 

"Sistem Barat berbeda dengan sistem Timur. Cina lebih pragmatis," ujar Mwidia menanggapi perbedaan pendekatan dengan mitra Barat. 

Produksi perdana ini diluncurkan di tengah tekanan harga lithium global yang telah ambruk 86% dari puncaknya pada akhir 2022, akibat akumulasi stok dan peningkatan produksi domestik Cina. 

Zijin tidak bersedia mengungkapkan volume produksi atau target ekspor tahun pertama.

Baca juga: Guru Tewas Ditembak Siswa di Thailand, Pelaku Remaja Baru Keluar dari RSJ

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Perusahaan Cina Akan Produksi Lithium dari Tambang Sengketa dengan Cadangan Terbesar di Kongo

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!