INDOZONE.ID - Konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara besar terhadap target militer Iran di Pulau Kharg.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa serangan tersebut berhasil menghancurkan sejumlah sasaran militer penting di pulau yang menjadi pusat ekspor minyak Iran.
Dalam pernyataannya pada Jumat (14/3), Trump mengatakan bahwa operasi tersebut termasuk salah satu serangan pengeboman paling kuat yang pernah terjadi di kawasan Timur Tengah.
Ia juga mengungkapkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan segera mulai mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi perdagangan energi dunia.
Di sisi lain, pemerintah Iran menunjukkan sikap menantang. Beberapa pejabat tinggi Iran terlihat menghadiri aksi pro-pemerintah di Teheran bersama para demonstran yang membawa spanduk bernada anti-Amerika dan anti-Israel.
Baca juga: Ancaman Donald Trump: AS Serang Fasilitas Minyak Iran jika Selat Hormuz Ditutup
Pulau Kharg merupakan salah satu lokasi paling penting bagi industri energi Iran. Pulau ini menampung terminal minyak utama yang menangani sebagian besar ekspor minyak mentah negara tersebut.
Dalam unggahannya di media sosial, Trump menyebut bahwa target militer di pulau tersebut telah “dihancurkan sepenuhnya”. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Amerika Serikat untuk sementara tidak menyerang infrastruktur minyak yang ada di sana.
Namun, Trump juga memberikan peringatan keras kepada Iran terkait keamanan jalur pelayaran internasional.
Menurutnya, jika Iran atau pihak lain mencoba mengganggu kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz, maka Amerika Serikat tidak akan ragu untuk mempertimbangkan serangan lanjutan.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur laut yang sangat vital karena sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia dan gas alam cair melewati kawasan tersebut setiap hari.
Baca juga: Cathay Pacific Naikkan Biaya Bahan Bakar Penerbangan Hampir Dua Kali Lipat Akibat Perang Iran
Meningkatnya ketegangan militer membuat aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir berhenti. Serangan drone dan rudal yang diluncurkan Iran dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran serius bagi kapal-kapal komersial.
Menanggapi kondisi tersebut, Trump mengatakan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan segera mengawal kapal tanker yang melintas di kawasan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com