INDOZONE.ID - Pemimpin Tertinggi Iran yang baru terpilih, Mojtaba Khamenei, tak kunjung menampakkan diri di hadapan publik.
Ia bahkan tidak mengeluarkan pernyataan apa pun hingga saat ini.
Informasi terkini mengenai kondisinya diungkap oleh New York Times yang mendapat pernyataan dari tiga sumber di pemerintahan Iran.
Mojtaba yang berusia 56 tahun itu dikabarkan dalam kondisi terluka akibat serangan awal Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Baca juga: Trump: Saya Tidak Percaya Mojtaba Khamenei Bisa Hidup Damai
Ketiga sumber New York Times diberi tahu oleh pejabat yang lebih senior bahwa Mojtaba terluka di bagian kaki.
Ia saat ini diamankan di lokasi rahasia dengan komunikasi yang terbatas untuk mencegah posisinya diketahui musuh.
Informasi mengenai kondisi Mojtaba juga diamini oleh dua sumber militer Israel. Kabar itu sejalan dengan informasi yang mereka kumpulkan di lapangan, bahkan sebelum Mojtaba terpilih menjadi pemimpin tertinggi.
Mojtaba dipilih Majelis Ahli untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, pada Minggu (8/3/2026). Ali Khamenei sendiri gugur di kediamannya dalam serangan udara Amerika dan Israel pda 28 Februari lalu.
Baca juga: Pentagon: 140 Prajurit Amerika Terluka Sepanjang Serangan ke Iran, 8 Cedera Serius
Serangan akhir Februari lalu menewaskan tidak hanya ayah Mojtba, tapi juga ibu, istri, anak, serta adiknya.
Spekulasi yang berkembang di Iran, justru Mojtaba yang merupakan target utama dari serangan pertama Amerika dan Israel.
Dugaan itu juga diperkuat pernyataan Menteri Pertahanan Israel bahwa Mojtaba merupakan target serangan.
Detail kondisi Mojtaba hingga saat ini masih belum sepenuhnya terang. Namun, Media Pemerintah Iran, IRNA, pernah menyebutnya sebagai "veteran perang yang terluka."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: New York Times