Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 13 MARET 2026 • 21:30 WIB

Biaya Perang Melonjak Saat Konflik AS-Iran Memasuki Pekan Ketiga, Tekanan Politik bagi Trump Meningkat

Biaya Perang Melonjak Saat Konflik AS-Iran Memasuki Pekan Ketiga, Tekanan Politik bagi Trump MeningkatKapal perusak Angkatan Laut AS USS Delbert D. Black menembakkan rudal Tomahawk dalam operasi “Epic Fury” terhadap Iran dari lokasi yang tidak diungkapkan pada 28 Februari 2026. (US Navy/Reuters)

INDOZONE.ID - Konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang kini memasuki minggu ketiga tidak hanya menimbulkan ketegangan geopolitik, tetapi juga memicu lonjakan biaya perang yang sangat besar. 

Operasi militer yang melibatkan persenjataan canggih dan operasi jarak jauh membuat pengeluaran pemerintah Amerika Serikat membengkak dengan cepat. 

Situasi ini tidak hanya berdampak pada anggaran negara, tetapi juga berpotensi memengaruhi dinamika politik dalam negeri, terutama menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat.

Di tengah meningkatnya biaya militer dan naiknya harga minyak global, perang ini mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. 

Pemerintah Amerika menilai biaya tersebut sebagai konsekuensi yang harus ditanggung demi keamanan, namun sejumlah pihak menilai pengeluaran besar ini bisa menjadi isu politik yang sensitif.

Baca juga: Trump Klaim Iran Tak Punya Target Lagi untuk Diserang, Perang Bisa Segera Berakhir

Biaya Perang Mencapai Miliaran Dolar dalam Waktu Singkat

Pengeluaran militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran meningkat tajam sejak operasi militer dimulai pada akhir Februari. Laporan yang disampaikan pejabat Pentagon kepada anggota Kongres menyebutkan bahwa biaya perang telah melampaui 11,3 miliar dolar AS hanya dalam enam hari pertama.

Beberapa lembaga riset juga memberikan perkiraan serupa. Sebuah lembaga pemikir bipartisan memperkirakan bahwa 100 jam pertama konflik saja sudah menelan biaya sekitar 3,7 miliar dolar AS bagi pembayar pajak Amerika. 

Bahkan ada laporan media yang menyebutkan pengeluaran bisa mencapai hampir 6 miliar dolar hanya dalam dua hari pertama pertempuran.

Jumlah tersebut menjadi sorotan karena sebelumnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berjanji akan menekan pengeluaran negara dan menghindari keterlibatan dalam konflik luar negeri. Ia juga mengusung agenda “America First” yang berfokus pada kepentingan domestik.

Meski demikian, Trump menilai biaya perang ini sebagai pengeluaran jangka pendek yang diperlukan demi menjaga keamanan nasional.

Baca juga: Trump Klaim Iran Tak Punya Target Lagi untuk Diserang, Perang Bisa Segera Berakhir

Operasi Militer Intensif Mendorong Pengeluaran Besar

Salah satu penyebab utama melonjaknya biaya perang adalah intensitas operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dalam operasi yang disebut Operation Epic Fury. Pejabat militer AS menyatakan bahwa lebih dari 5.000 target telah diserang selama konflik berlangsung.

Sebagian besar serangan menggunakan senjata canggih dengan harga sangat mahal. Banyak jenis rudal presisi tinggi yang digunakan memiliki nilai jutaan dolar untuk setiap unitnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Biaya Perang Melonjak Saat Konflik AS-Iran Memasuki Pekan Ketiga, Tekanan Politik bagi Trump Meningkat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!