INDOZONE.ID - Maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific, mengumumkan rencana kenaikan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge), untuk sebagian besar rute penerbangannya mulai 18 Maret 2026.
Kebijakan ini diambil menyusul lonjakan harga bahan bakar jet yang dipicu konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran sejak akhir Februari.
Dalam pernyataan resminya, maskapai tersebut menyebutkan, harga bahan bakar pesawat telah meningkat tajam, bahkan hampir dua kali lipat sejak konflik dimulai pada 28 Februari. Penyesuaian biaya tambahan ini disebut mengikuti mekanisme penetapan tarif yang selama ini digunakan oleh Cathay Pacific.
Untuk penerbangan jarak pendek, biaya tambahan bahan bakar akan naik menjadi 290 dolar Hong Kong (sekitar US$37), meningkat dari sebelumnya 142 dolar Hong Kong.
Baca juga: 15 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Bolivia
Kenaikan biaya juga berlaku pada rute penerbangan yang lebih jauh. Untuk penerbangan jarak menengah, fuel surcharge akan meningkat dari 264 dolar Hong Kong menjadi 541 dolar Hong Kong.
Sementara itu, pada rute jarak jauh, kenaikan bahkan lebih signifikan. Biaya tambahan bahan bakar akan melonjak dari 569 dolar Hong Kong menjadi 1.164 dolar Hong Kong.
Cathay Pacific menjelaskan, biaya tambahan bahan bakar selalu dievaluasi secara berkala, dan disesuaikan dengan harga bahan bakar jet olahan di pasar global. Maskapai ini juga menegaskan, penyesuaian tersebut dilakukan setiap bulan berdasarkan pergerakan harga energi.
Baca juga: Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Kaltara Ditemukan, Pilotnya Dinyatakan Tewas
Kenaikan harga bahan bakar dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, akibat perang yang melibatkan Iran. Situasi tersebut turut mengguncang pasar energi global.
Ketegangan semakin meningkat setelah pasukan Garda Revolusi Iran mengancam akan menghambat lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Akibat kondisi ini, harga minyak dan gas melonjak tajam. Rata-rata, harga bahan bakar jet dunia bahkan naik lebih cepat dibandingkan minyak mentah.
Berdasarkan indeks acuan Platts, harga bahan bakar jet global mencapai US$173,91 per barel pada awal pekan ini.
Kenaikan harga energi tidak hanya memengaruhi Cathay Pacific. Sejumlah maskapai lain juga mulai mengambil langkah untuk mengatasi lonjakan biaya operasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters.com