Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 14 MARET 2026 • 10:59 WIB

Ancaman Donald Trump: AS Serang Fasilitas Minyak Iran jika Selat Hormuz Ditutup

Ancaman Donald Trump: AS Serang Fasilitas Minyak Iran jika Selat Hormuz DitutupPresiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengepalkan tangan di Bandara Internasional Palm Beach, Florida, 13 Maret 2026. (REUTERS/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberi ancaman kepada Iran perihal penutupan Selat Hormuz.

Ia menegaskan, bakal menyerang infrastruktur minyak di Pulau Kharg, Iran, jika kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz terhambat.

Ancaman Donald Trump: AS Serang Fasilitas Minyak Iran jika Selat Hormuz DitutupPenampakan Selat Hormuz pada 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)

Bahkan, ia menyatakan, bahwa serangan AS ke pulau itu akan jadi salah satu pengeboman terkuat dalam sejarah TImur Tengah.

"Saya telah memilih untuk TIDAK menghancurkan infrastruktur minyak di pulau itu. Namun, jika Iran, atau siapa pun, melakukan sesuatu untuk mengganggu kebebasan dan keamanan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini," tulis Trump di Truth Social, dikutip dari ANTARA, Sabtu (14/3/2026).

Eskalasi Perang AS-Israel vs Iran dan Penutupan Selat Hormuz

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel menyerang Iran, termasuk Teheran. Serangan itu merusak sejumlah bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Baca juga: Biaya Perang Melonjak Saat Konflik AS-Iran Memasuki Pekan Ketiga, Tekanan Politik bagi Trump Meningkat

Iran pun membalas serangan tersebut dengan menargetkan rudal ke Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pun jadi salah satu korban dari serangan AS-Israel. Posisi Ali Khamenei digantikan oleh putra keduanya, yaitu Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.

Seiring peningkatan ketegangan perang, Iran tidak mengizinkan kapal-kapal milik AS dan negara-negara sekutunya untuk melewati Selat Hormuz. 

Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk Persia ke seluruh dunia. Sebagai salah satu rute maritim penting dalam distribusi energi, pengetatan navigasi di Selat Hormuz akan membuat banyak negara meradang.

“Tanpa keraguan atau kelalaian apa pun, Selat Hormuz berada di bawah pengelolaan bijaksana pasukan angkatan laut pemberani Garda Revolusi. Agresor Amerika dan sekutu mereka tidak berhak untuk melintas di sini,” kata Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Central Headquarters, unit yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ancaman Donald Trump: AS Serang Fasilitas Minyak Iran jika Selat Hormuz Ditutup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!