Ilustrasi polisi menembak (Pixabay/Skitterphoto)
INDOZONE.ID - Sebuah laporan mengejutkan datang dari provinsi Punjab, Pakistan.
Human Rights Commission of Pakistan (HRCP) merilis temuan bahwa unit kepolisian khusus di sana, Crime Control Department (CCD), telah membunuh sedikitnya 924 orang dalam kurun waktu delapan bulan, antara April hingga Desember 2025.
Angka ini lebih dari dua kali lipat total kematian akibat "insiden kontak senjata" (encounter) di seluruh Punjab dan Sindh sepanjang tahun 2024 yang berjumlah 341 orang.
Laporan ini memicu perdebatan sengit tentang praktik hukum di luar proses peradilan (extrajudicial killing) yang dilakukan aparat.
Baca juga: Mantan Penembak Jitu Israel di Chile Terancam Hukuman Atas Kejahatan Perang di Gaza
Salah satu kasus paling tragis menimpa Zubaida Bibi. Rumahnya di Bahawalpur didatangi petugas CCD pada November lalu.
Mereka merampas uang, perhiasan emas, hingga mas kawin pernikahan putrinya. Tak hanya itu, kelima putra dan menantunya dibawa pergi.
Dalam 24 jam, kelimanya tewas dalam "kontak senjata" terpisah di berbagai distrik.
Padahal, menurut suami Zubaida, anak-anaknya adalah pekerja biasa tanpa catatan kriminal.
Saat keluarga mengajukan petisi hukum, polisi justru mengancam akan membunuh anggota keluarga yang tersisa jika tidak mencabut laporan.
Baca juga: Israel Kembali Tembak Warga Gaza, Ribuan Pasien Terblokir Tak Bisa Berobat ke Luar
CCD dibentuk pada April 2025 di bawah Kepala Menteri Punjab Maryam Nawaz Sharif.
Unit ini dimaksudkan untuk memerangi kejahatan terorganisir dan geng antar-distrik yang sulit ditangani polisi biasa.
Mereka mengklaim berhasil menekan angka kejahatan properti hingga 60 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera.com