Bendera Palestina terpasang di lampu lalu lintas di London, Inggris. (Reuters/Carlos Jasso)
INDOZONE.ID - Tiga sekutu dekat Amerika Serikat, yakni Inggris, Kanada dan Australia resmi mengakui Palestina sebagai negara. Langkah bersejarah ini didorong oleh krisis Gaza yang terus memburuk, serta kritik atas kebijakan Israel di Tepi Barat. Selain itu juga dorongan menjaga harapan solusi dua negara tetap hidup.
Lalu apa alasan tiga sekutu dekat AS tersebut memilih jalan berbeda dengan mengakui Palestina?
Pemerintah Inggris menegaskan pengakuan Palestina bertujuan menjaga harapan perdamaian tetap hidup. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut ini bukan hadiah untuk Hamas, melainkan jalan agar solusi dua negara tidak lenyap di tengah konflik.
“Kami mengakui Palestina berdasarkan perbatasan 1967. Ini bukan soal memberi legitimasi pada kekerasan, tapi agar Israel dan Palestina bisa hidup berdampingan dengan aman,” kata Starmer dikutip The Sky News, Senin (22/9/2025).
Keputusan ini juga dipicu kondisi Gaza yang dinilai tak tertahankan, dengan korban sipil terus bertambah dan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat yang dianggap merusak peluang perdamaian.
Baca juga: Apa Itu Solusi Dua Negara yang Diperjuangkan Indonesia untuk Palestina?
Sementara itu Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan pengakuan Palestina justru untuk menjaga masa depan solusi dua negara. Ia menolak anggapan bahwa langkah ini memberi keuntungan pada kelompok militan.
“Ini bukan hadiah untuk Hamas. Tapi kalau kebijakan Israel terus seperti sekarang, negara Palestina tidak akan pernah lahir,” ujar Carney dilansir Washington Post.
Carney juga menekankan bahwa reformasi dalam pemerintahan Palestina penting, sekaligus memastikan Hamas tidak punya peran dalam pemerintahan masa depan.
Baca juga: Presiden Prabowo Siap Sampaikan Pidato di Sidang Majelis Umum PBB, Palestina Prioritas Indonesia
Di sisi lain, Australia menekankan perlunya momentum baru setelah puluhan tahun kekerasan di Timur Tengah. Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan dukungannya pada aspirasi rakyat Palestina untuk memiliki tanah air.
“Terorisme Hamas menunjukkan mengapa mereka tidak boleh terlibat dalam negara Palestina mendatang. Tapi sama seperti orang Yahudi punya tanah air di Israel, rakyat Palestina juga punya hak sah untuk tanah air mereka,” kata Albanese dikutip dari ABC News.
Albanese juga menekankan pentingnya gencatan senjata, pembebasan sandera, dan langkah kemanusiaan untuk warga Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber