INDOZONE.ID - Pemerintah China resmi membatalkan seluruh penerbangan terjadwal di 49 rute menuju Jepang, seiring kembali dikeluarkannya peringatan perjalanan warga China ke Jepang.
Otoritas setempat bahkan mengimbau masyarakat, untuk menunda perjalanan, terutama menjelang libur Tahun Baru Imlek yang biasanya menjadi puncak arus wisata.
Kebijakan ini mempertegas larangan perjalanan China ke Jepang yang belakangan kembali disorot. Hal ini menyusul meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara.
Dampaknya langsung terasa di sektor penerbangan, dengan tingkat pembatalan yang melonjak tajam sejak awal tahun.
Baca juga: China Imbau Warganya Tunda Liburan ke Jepang saat Tahun Baru Imlek, Kenapa?
Data dari platform perjalanan China, Flight Master, menunjukkan, tingkat pembatalan penerbangan China Jepang 2026 pada Januari mencapai 47,2 persen.
Angka ini meningkat sekitar 7,8 poin persentase dibandingkan Desember 2025.
Hingga Senin (26/1/2026) kemarin, seluruh penerbangan di 49 rute yang dijadwalkan beroperasi pada Februari, dipastikan batal.
Rute yang paling terdampak antara lain 113 penerbangan dari Bandara Internasional Daxing Beijing ke Bandara Kansai Osaka, serta 13 penerbangan dari Bandara Bao’an Shenzhen menuju Bandara New Chitose Hokkaido.
Pembatalan massal ini memperkuat sinyal bahwa, mobilitas lintas negara antara China dan Jepang tengah memasuki fase yang semakin ketat.
Baca juga: Trump Ancam Tarif Impor 100 Persen ke Kanada Jika Lanjutkan Kerja Sama Dagang dengan China
Sejumlah maskapai besar seperti Air China, China Eastern, dan China Southern Airlines juga mengambil langkah antisipatif.
Misalnya, dengan memperpanjang kebijakan pengembalian dana, dan perubahan jadwal untuk penerbangan tujuan Jepang hingga 24 Oktober mendatang.
Sebelumnya, kebijakan ini hanya berlaku sampai akhir Maret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: South China Morning Post