Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (ANTARA/Anadolu)
INDOZONE.ID - Sejumlah negara dan lembaga internasional menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap operasi militer Amerika Serikat di Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Tindakan AS tersebut menuai kecaman karena dinilai melanggar hukum internasional dan berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (3/1/2026) mengumumkan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela. Ia menyebut Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa keluar dari negara itu.
Sejumlah media juga melaporkan adanya ledakan di Caracas dan menyebut operasi tersebut melibatkan unit elite Delta Force.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan bahwa negaranya tidak akan mendukung intervensi eksternal di Venezuela yang melanggar hukum internasional.
Baca juga: Trump Akui Pertimbangkan Pembunuhan Maduro dalam Operasi Penangkapan
“Spanyol belum mengakui rezim [Presiden Venezuela Nicolas] Maduro. Namun, kami juga menentang setiap intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju ketidakpastian dan militerisme,” tulis Sánchez melalui platform X.
Ia menyerukan semua pihak untuk mengedepankan kepentingan rakyat, menghormati prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan berupaya membangun proses transisi yang adil serta berbasis dialog.
Kecaman juga datang dari China. Kementerian Luar Negeri negara itu menyatakan “sangat terkejut” atas penggunaan kekuatan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela dan presidennya.
“China sangat terkejut dan mengecam keras penggunaan kekuatan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap negara berdaulat serta tindakan terhadap presidennya,” ujar juru bicara kementerian tersebut.
Beijing mendesak Washington untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan negara lain.
“Kami menyerukan kepada Amerika Serikat agar mematuhi hukum internasional serta prinsip-prinsip Piagam PBB dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain,” tambahnya.
Baca juga: AS Tangkap Presiden Venezuela, Pendukung Maduro Gelar Aksi Turun ke Jalan
China menilai tindakan hegemonik AS telah mencederai kedaulatan Venezuela serta mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan Amerika Latin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA