Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 15 JANUARI 2026 • 08:20 WIB

Diancam AS, Iran Blokir Wilayah Udara untuk Penerbangan Tanpa Izin

Diancam AS, Iran Blokir Wilayah Udara untuk Penerbangan Tanpa IzinAparat keamanan Iran berjaga. (Stringer/WANA via Reuters)

INDOZONE.ID - Pemerintah Iran memblokir wilayah udaranya untuk seluruh penerbangan tanpa izin, di tengah meningkatnya tekanan internasional dan ancaman keras dari Amerika Serikat terkait situasi keamanan dan gelombang protes anti-pemerintah di dalam negeri.

Dalam pemberitahuan resmi penerbangan yang dirilis Kamis (15/1/2025) dini hari, otoritas Iran menyatakan penutupan wilayah udara Teheran hanya dikecualikan untuk penerbangan sipil internasional, yang telah memperoleh persetujuan dari otoritas penerbangan sipil nasional yang diizinkan masuk atau keluar dari Iran.

“Wilayah udara akan tetap ditutup, kecuali bagi penerbangan sipil internasional yang telah mendapatkan izin terlebih dahulu,” demikian bunyi pemberitahuan tersebut. 

Seluruh lalu lintas udara lainnya untuk sementara dihentikan, meski otoritas tidak merinci alasan teknis di balik kebijakan tersebut.

Baca juga: Pesawat Militer AS Bergerak ke Mediterania, Potensi Serangan Gabungan ke Iran Meningkat

Langkah ini diambil di tengah eskalasi ketegangan politik dan keamanan, seiring meluasnya protes anti-pemerintah di berbagai kota di Iran dan sorotan tajam dari komunitas internasional, atas respons aparat keamanan terhadap para demonstran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya telah menerima informasi bahwa eksekusi terhadap para pengunjuk rasa di Iran telah dihentikan. Namun, Trump menegaskan Washington akan terus memantau situasi dengan cermat dan siap mengambil langkah lanjutan bila kekerasan kembali terjadi.

Diancam AS, Iran Blokir Wilayah Udara untuk Penerbangan Tanpa IzinAksi protes terhadap pemerintah Iran. (REUTERS/Irakli Gedenidze)

Trump sebelumnya berulang kali menyatakan dukungan terhadap para demonstran dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika Iran melanjutkan eksekusi atau penindakan keras, meski tanpa merinci bentuk langkah yang dimaksud.

Tekanan internasional juga datang dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7). Para menteri luar negeri G7 mengecam apa yang mereka sebut sebagai “penggunaan kekerasan yang disengaja” terhadap para pengunjuk rasa, serta mendesak otoritas Iran untuk menahan diri dan menghormati hak asasi manusia. Mereka juga membuka kemungkinan langkah tambahan jika situasi terus memburuk.

Baca juga: Donald Trump Umumkan AS Bakal Berlakukan Tarif 25% kepada Negara-negara yang Berdagang dengan Iran

Di sisi lain, pemerintah Iran menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik apa yang mereka gambarkan sebagai kerusuhan dan aksi terorisme yang menyusup ke dalam gelombang protes. Tuduhan tersebut dibantah oleh negara-negara Barat.

Hingga kini, otoritas Iran belum merilis angka korban resmi. Namun, kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan ribuan orang tewas dan terluka sejak protes meletus pada akhir Desember, seiring meningkatnya kekerasan dan operasi penindakan oleh aparat keamanan.

Penutupan wilayah udara ini dipandang sebagai langkah darurat Iran untuk mengendalikan situasi keamanan di tengah tekanan eksternal dan instabilitas domestik yang kian memanas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Anadolu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Diancam AS, Iran Blokir Wilayah Udara untuk Penerbangan Tanpa Izin

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!